Selamat jalan ayahku…sungguh kami bakal menyusul..

Sedih teringatkan  ayah  yang meninggal secara tiba-tiba…tidak disangka-sangka.  Sihat-sihat, sebaik pulang dari solat zohor dimasjid, ayah makan tengahari bersama mak, sambil mengadu tak lalu makan, tapi mak kata habis juga sepinggan nasi…

Selesai makan,  ayah duduk sekejap di katil tempat dia selalu berehat, tiba-tiba bunyi suara memanggil mak, ayah muntah dan pening katanya. Dia mintakan air kelapa untuk hilangkan rasa mabuk.  Mak tak dapat cari air kelapa, lalu di ‘blend ‘ air kangkung.  Sebaik ayah minum sedikit, terus ditolaknya sambil berkata, dah tak boleh minum , lalu terus keadaan ayah diambang sakarat sambil ditalkinkan syahadah ditelinga ayah. Ayah diusahakan dibawa ke hospital tetapi Allah menjemputnya sejurus sampai di sana.  Selamat jalan ayahku, sesungguhnya kami bakal menyusul.  Semoga  pergimu disambut  dengan panggilan wahai jiwa yang tenang, dalam keadaan husnul khotimah. Allahumaghfirlahu warhamhu.

Perginya cukup memberi pengajaran bahawa kedatangan malaikat maut sukar ditelah.  Tidak terasa diri sudah ditandang malaikat pencabut nyawa walaupun dah tersangat hampir.  Walaupun ayah meninggal tiba-tiba, semoga dalam keadaan husnul khotimah.

Dan pada hari ini terjumpa video pak sheih yang meninggal tiba-tiba semasa sedang mengaji, bolehku bayangkan  proses kematian yang mana calon jenazah ini tidak terasa kedatangan malaikat maut walaupun sudah terlalu hampir. Allah!, sungguh  indah sekali saat meninggalnya, dalam membaca al quran walaupun ianya sudah tentu tidak diduga oleh siapapun.

Fikiran mencatur-catur, bagaimanalah agaknya cara kematianku nanti.  Teringat pesan seorang ustaz, supaya disamping minta husnul khatimah, minta dijauhkan mati secara tiba-tiba.  Ku carikan hadis yang berkaitan,

(ABUDAUD – 4425) : Aban bin Utsman berkata: Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ

فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

 (dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari.” Perawi berkata, “Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, “Kenapa kamu melihat aku? Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya.”

https://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-tolak-musibah-yang-datang-secara-tiba-tiba.htm#.WQC4Y_mGPIU

Sama-sama kita baca doa ini yang dah termasuk dalam doa almathurat susunan almarhum Hassan Al Banna.

Juga doa berikut:

18010658_1523515071015515_3698657102295475279_n

Ayoh kita usahakan doa agar diberi saat kematian terbaik di saat kita sudah bersiap sedia dan mendapat husnul khatimah.

-Pemburu Jariah_

Advertisements
This entry was posted in kematian and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s