solat berjamaah

Bisakah Kita Tidak Ketinggalan Takbiratul Ihram Bersama Imam Selama 40 Hari?

Ada keutamaan tersendiri bagi orang yang tidak ketinggalan takbiratul ihram bersama imam selama 40 hari lamanya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِى جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, no. 241. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652)

Ada kisah disampaikan oleh Ibnul ‘Imad Al-Aqfahsi (salah seorang ulama Syafi’i) bahwa ada seorang yang mencuri 400 unta milik Abu Umamah Al-Bahili, juga 40 hamba sahayanya. Ia pun sedih lantas menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Ini barangkali karena engkau sering luput dari takbiratul ihram bersama imam.” Abu Umamah pun berkata, “Wahai Rasulullah, jadi seperti itukah akibatnya jika luput dari takbiratul ihram bersama imam?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bahkan itu lebih parah dari hilangnya unta sepenuh bumi.” (Riwayat ini disebutkan oleh Ibnul ‘Imad Al-Aqfahsi dalam Al-Qaul At-Taam fii Ahkam Al-Ma’mum wa Al-Imam, hlm. 43).

Hadits di atas punya penguat diriwayatkan dari Ibnu Syahin dalam At-Targhib (1: 157), dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takbiratul pertama yang didapati bersama imam lebih baik dari memiliki 1000 unta.” Disebutkan pula oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Al-Kabir, no. 10720.

Bisa tidak yah dilakukan? Pasti bisa jika berusaha sembari meminta tolong pada Allah. Ingatlah tidak ada yang memudahkan kita dalam ibadah kecuali dengan pertolongan Allah.

 

Referensi:

Al-Qaul At-Taam fii Ahkam Al-Ma’mum wa Al-Imam. Cetakan pertama, tahun 1437 H. Ibnul ‘Imad Al-Aqfahsi. Penerbit Dar Ibnul Qayyim.

Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Cetakan pertama, tahun 1416 H. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Penerbit Maktabah Al-Ma’arif.

@ DS Panggang, Jumat pagi, 8 Sya’ban 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)

Sumber : https://rumaysho.com/15756-bisakah-kita-tidak-ketinggalan-takbiratul-ihram-bersama-imam-selama-40-hari.html

Advertisements
Posted in solat, Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Membazir waktu

Re: Hukum membazir waktu

:salam

Menghabiskan masa pada tempat yg sepatutnya adalah salah satu tanda kesempurnaan. Sekiranya membazir masa, kurang adab namanya.

Dari Abu Hurairah R.A berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda: “Salah satu kesempurnaan islam pada seseorang itu ialah dia meninggalkan perkara2 yang tidak perlu baginya.” (Hadith hassan riwayat At-Tirmizi)

Ibn Rajab Rh berkata bahawa hadith ini adalah asas adab, pergaulan dan etika dlm islam.

Imam Ibn Al-Arabi berkata bahawa seorang muslim hanya perlu melakukan perkara yg perlu sahaja, tidak perlu melibatkan diri dalam perkara yg tidak memberi manfaat.

Syeikh Jamaluddin Zarabozo menekankan bahawa agama Islam melindungi masyarakat keseluruhannya daripada sebarang mudarat. Mudarat yang berlaku kini kerana manusia suka melibatkan diri dalam perkara yg tidak ada kaitan dgn mereka atau dia tidak mempunyai hak atau tanggungjawab ke atas sesuatu perkara. Perbuatan seumpama ini selalunya akan membawa kpd keburukan dlm masyarakat. Dia juga menekankan seorang muslim mesti melatih diri mereka utk melibatkan diri dalam perkara yg berfaedah utk membentuk jati diri yg baik. Jgn menghabiskan masa, duit dan usahaa di atas perkara yg tidak memberi manfaat dlm hidup ini mahupun hari kemudian.

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Allah s.w.t berfirman: Anak Adam selalu mencaci-maki masa, padahal Akulah masa. Siang dan malam berada di tanganKu” (Hadith Sahih Muslim)

Wallahua’lam.

Re: SJ – 2986: [Z] Hukum membazir waktu

a. Dalil pemborosan harta: ” Sesungguhnya pemboros2 itu adalah saudara syaitan.” AQ 17: 27

b. Dalil pembaziran waktu: ” Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar2 berada dalam kerugian.” AQ 103: 1-2

http://www.al-ahkam.net/home/content/sj-2986-z-hukum-membazir-waktu

Posted in Uncategorized, waktu | Tagged | Leave a comment

Jangan persia waktu

Jangan Sia-Siakan Waktu/Kesempatan!

.

Waktu sangat penting, itu terlalu berharga untuk disia-siakan atau diabaikan. Orang bijaksana adalah orang yang memperhatikan waktu dan tidak memperlakukannya sebagai wadah untuk diisi dengan hal-hal murah dan bicara sia-sia.

Sebaliknya, ia membatasi untuk usaha layak dan amal saleh yang menyenangkan Allah dan bermanfaat bagi orang lain. Setiap menit dari kehidupan seseorang membawa potensi untuk meningkatkan status sendiri dan membuat rakyatnya bahagia, sedikit demi sedikit.

Jika Anda tertarik untuk mencapai posisi tertinggi, dan membawa kebahagiaan kepada orang-orang yang paling Anda, kemudian melupakannya santai dan menjauhkan diri dari hiburan kosong.

|

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata,

Salah satu bukti kebijaksanaan takdir dan hikmah ilahiyah, yaitu barangsiapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat baginya -padahal memungkinkan baginya untuk memetik manfaat itu lantas dia tidak mau memetiknya – maka dia akan menerima cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal yang mendatangkan madharat terhadap dirinya.

Barangsiapa meninggalkan ibadah kepada ar-Rahman, niscaya dia akan disibukkan dengan ibadah kepada berhala-berhala. Barangsiapa meninggalkan cinta, harap dan takut kepada Allah maka niscaya dia akan disibukkan dalam kecintaan kepada selain Allah, berharap dan takut karenanya.

Barangsiapa tidak menginfakkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah niscaya dia akan menginfakkannya dalam mentaati syaithan. Barangsiapa meninggalkan merendahkan diri dan tunduk kepada Rabb-nya niscaya dia akan dicoba dengan merendahkan diri dan tunduk kepada hamba.

Barangsiapa meninggalkan kebenaran niscaya dia akan dicoba dengan kebatilan.” (Tafsir surat al-Baqarah ayat 101-103, Tais al-Karim ar-Rahman hal. 60-61)

|

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku dan mengatakan,

Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang singgah di perjalanan.”

Ibnu ‘Umar berkata, “Kalau engkau berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore. Kalau engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi.

Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari. 6053, Kitab ar-Raqaa’iq)

semoga kita semua selalu di beri kan berkah dan ridho NYA oleh Allah SWT dan tak lupa mensyukuri segala nikmat yg Allah berikan agar kita semua selalu di jalan NYA keep Istiqomah …aamiin YRA lvu all

Allah swt berfirman :

Hai orang – orang yang beriman, janganlah harta – hartamu dan anak – anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah swt. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang – orang yang rugi.

Dan belanjakanlah dari sebagian apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata : Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan ( kematian 0 ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bershodaqah dan aku termasuk orang – orang yang sholeh.

Dan Allah sekali – kali tidak akan menangguhkan ( kematian ) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [ QS Al Munafiqun : 9 – 11 ]

|

Dalam satu menit Anda dapat melakukan banyak pahala yang baik dan banyak dibebani. Hanya dalam satu menit, dengan memberikan dalam amal, belajar, menghafal, atau berusaha untuk melakukan perbuatan baik, Anda dapat memastikan bahwa ini menit hidup Anda tidak terbuang.

Satu menit dapat dicatat dalam buku harian anda dari perbuatan yang baik jika Anda tahu bagaimana memanfaatkan dan melakukan nya.

Saat ini kita masih berada di kehangatan awal tahun yang baru yakni  tahun hijriah 1433 H maupun di tahun 2012 Masehi. Bertambahnya bilangan tahun sudah pasti menandakan bertambahnya bilangan usia kita, yang juga berarti semakin mendekatnya limit waktu kehidupan yang telah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta Allah Azza Wa Jallah bagi kita.

Pergantian atau penambahan tahun ini pun kita sikapi dengan penyikapan  yang berbeda-beda mulai dari penyikapan orang yang tidak peduli  sama sekali yang hanya beranggapan waktu itu sebagai pengukur detik,menit,jam,dan tahun, sampai pada orang yang sangat peduli hingga membuat perayaan-perayaan tertentu yang berlebihan dan jauh dari tuntunan.

Dan satu diantara sebagian  kita ada yang memilih hanya mengkalkulasi atau mengevalusi berbagai pencapaian diri baik sisi dunia maupun akhirat sepanjang perjalanan waktu yang mereka lalui ditahun sebelumnya.

Dan telah menyusun seabrek rencana untuk perjalanan waktu selanjutnya dan terkhusus mungkin ditahun 2012 ini. Sebagaimana perkataan Allah

Hai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr :18)

Begitulah Allah Azza Wajallah  yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang senantiasa memberikan petunjuk kepada hamba-hambanya. Setelah bersumpah atas nama makhluknya yang bernama “waktu” Beliau Azza Wajallah  kemudian mengiringi ayat tersebut dengan menjelaskan kepada kita bahwa

“ Sungguh, Manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran

Imam Syafi’i rahimahullah berkata terkait surat ini bahwa telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu dengan ayat ini.

Kemudian Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

Maksud perkataan beliau  dengan mengatkan bahwa Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at.

Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar

Al waktu kas saif (waktu ibarat pedang), begitulah pepatah arab menyebutkan. In lam taqtho’hu yaqtho’uka (kalau kau tak memotongnya maka dia yang akan memotongmu).

Memotong waktu itu adalah dengan tidak membiarkannya sia-sia sedang dipotong oleh waktu adalah dibuai oleh waktu dalam kesia-siaan. Karena hidup hanya sebentar, maka bila kita tak memanfaatkannya dengan baik maka kita akan menyesal selamanya.

Mari kita perhatikan bagaimana Allah mengabarkan penyesalan orang yang hidupnya tidak taat ketika dunia

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 99-100)

Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua agar bisa memanfaatkan kesempatan dan keluasan waktu yang diberikan untuk berbekal bagi kehidupan akhirat.

|

DOA KHUSNUL KHATIMAH

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau se­nantiasa memandangku, hadir di dekatku, sangat berkuasa terhadap diriku. Engkau meliputi diriku dengan pengetahuan, pen­dengaran, dan penglihatan-Mu.

Berikan­lah kepadaku kedekatan dengan-Mu dan perasaan takut kepada-Mu, maka kuat­kanlah keyakinanku kepada-Mu. Dan kepada-Mu aku bergantung, maka perbaiki­lah urusan agamaku.

Dan kepada-Mu aku berserah diri, maka berikanlah aku rizqi yang dapat mencukupiku. Dan kepada-Mu aku berlindung, maka peliharalah aku dari apa-apa yang menyakitiku. Engkau cukup bagiku dan Engkau sebaik-baik yang mengurus…

Ya Allah, jadikanlah aku ridha dengan ketentuan-Mu dan buatlah aku qana’ah (merasa puas) dengan pemberian-Mu, berikanlah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, dan jadikanlah aku termasuk di antara para kekasih-Mu. Eng­kaulah Yang Maha Menolong lagi Maha Terpuji…

Aamiin Allahuma Aamiin

|

Dan jika Kami ingin menghancurkan sebuah negeri, Kami perintahkan orang-orang yang bermewah-mewahan dari mereka sehingga mereka berbuat dosa di negeri itu, lalu mereka berhak mendapakan ketentuan (azab), dan Kami hancurkanlah negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. al-Israa’: 16)

Dan (ingatlah juga), tatkalah Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabku sangat pedih.”  (Q.S. Ibrahim : 7)

|

Salah satu gizi spiritual dalam menghadapi kehidupan adalah bersahabat dengan “alhamdulillah” yang memiliki arti: “Segala puji bagi Allah Swt”.

Orang-orang yang sering bersahabat dengan “gizi spiritual” ini, insya Allah hidupnya akan lebih bahagia dibanding yang mereka duga

|

Sumber :  Affandy Hamid, ST (Santri Pondok Mahasiswa Al-Madinah Yogyakarta)

Posted in Uncategorized, waktu | Tagged | Leave a comment

Masa terus berlalu..

Sungguh, Kita Telah Banyak Menyia-nyiakan Waktu

Hasan Al Bashri mengatakan, ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya bagaikan hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.” (Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi)

Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah

Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri, إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل. “Sesungguhnya engkau bagaikan hari yang dapat dihitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian darimu juga akan pergi. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, namun engkau merasa seluruh yang ada padamu ikut pergi. Oleh karena itu, beramallah.” (Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah)

Waktu Bagaikan Pedang

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك “Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas,

“Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain: ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Waktu Berlalu Begitu Cepatnya

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu

Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)

Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah

Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.” (Az Zuhud li Ahmad bin Hambal, 3/321, Asy Syamilah)

Semoga kita memanfaatkan waktu kita dalam ketaatan, ibadah dan berdzikir pada Allah. Pangukan, Sleman, 6 Muharram 1430 H (di pagi hari yang penuh berkah) Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya Muhammad Abduh Tuasikal, ST

Sumber : https://rumaysho.com/124-sungguh-kita-telah-banyak-menyia-nyiakan-waktu.html

Posted in Uncategorized, waktu | Tagged | Leave a comment

Membazir umur

Islam Melarang Melakukan Pembaziran

Pembaziran diambil dari kalimah Bahasa Arab iaitu daripada asal kata “Bazzara, Yubazziru, Tabzira” yang bermaksud membazir atau boros. Manakala dari sudut istilah syarak pula membawa maksud sesuatu yang dikeluarkan pada jalan yang bukan hak (kebenaran).

Ibnu Mas’ud menjelaskan bahawa pembaziran adalah perbuatan menafkahkan (mengeluarkan) atau menggunakan harta pada jalan maksiat yakni tidak pada jalan yang diperintahkan oleh Allah dan tidak berlandaskan tuntutan Sunnah Rasulullah.

Manakala Ibnu Kathir pula mentakrifkan pembaziran sebagai perbuatan mensia-siakan nikmat Allah kepada perkara-perkara maksiat yang melanggar perintah Allah. Islam amat melarang umatnya melakukan pembaziran sehinggalah Allah menyifatkan orang-orang yang suka membazir itu sebagai saudara syaitan.

Firman Allah yang bermaksud: “Sesungguhnya orang-orang yang melakukan pembaziran-Mu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.” (Surah al-Isra’:27)

Allah Taala menggariskan panduan kepada manusia dalam soal makan dan minum supaya tidak berlaku pembaziran.

Firman-Nya yang bermaksud: “…dan makanlah serta minumlah dan jangan pula kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Surah al-A’raf:3 1)

Dalam masyarakat Islam kita, perbuatan membazir ini berlaku dalam pelbagai keadaan. Pembaziran berlaku bukan sahaja dari sudut makan minum, malah yang lebih parah lagi ialah dari sudut pembaziran masa dan umur. Jika pembaziran dari sudut makan minum tu dapat kita lihat dengan terbuangnya makanan dan minuman ke dalam tong sampah, tetapi pembaziran dari sudut masa dan umur (usia) pula seringkali tidak kira sendiri kerana tidak dapat dinilai dengan mata kasar. Namun perlu kita fahami bahawa segala nikmat termasuk nikmat masa, usia, harta, ilmu, tubuh badan dan sebagainya akan disoal dan dipertanggungjawabkan oleh Allah ke atas kita di akhirat kelak. Sabda

Rasulullah SAW yang bermaksud: “Tidak akan berganjak dua tapak kali manusia pada hari kiamat sehinggalak dia disoal tentang empat perkara. Mengenai umurnya kemanakah dihabiskan umurnya? Mengenai ilmunya, apakah yang sudah dilakukan dengan ilmunya? Mengenai hartanya, dari sumber manakah dia perolehi dan jalan manakah dia belanjakan? Dan tentang tubuh badannya, apakah yang telah dia lakukan?” (Hadis Hasan Sahih riwayat Tirmizi)

 

Orang yang mengerti nilai waktu tidak sanggup membiarkan waktunya habis dengan percuma, tetapi dipenuhi dengan amal-amal yang berguna kerana dia sedar waktu itu adalah umurnya. Berlalulah waktu tanpa sebarang pengisian yang baik bererti sia-sialah umurnya itu.

Pepatah Arab ada berkata: “Waktu itu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang berharga juga.” Pembaziran masa sering berlaku jika kita tidak bijak menguruskannya. Terdapat segelintir di kalangan masyarakat kita yang suka menghabiskan masa dengan sia-sia. Bagi yang bekerja, mereka kadang-kadang mencuaikan masa dan sengaja melengahkan tugas atau kerja yang diberikan kepadanya. Tidak merancang tugasan, agihan tugas yang tidak sistematik, menyerahkan tugas kepada orang yang bukan ahlinya dan sikap pekerja sendiri yang tidak bermotivasi serta tidak mementingkan nilai masa adalah antara faktor yang menyumbang ke arah pembaziran masa.

credit to : http://fazakkeer.blogspot.my/2010/03/islam-melarang-melakukan-pembaziran.html

Posted in Uncategorized, waktu | Tagged | Leave a comment

bicara kesedihan

[DOA] Tatkala Mengalami Kesedihan

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Yunus, 10 : 64-65]

Doa dan Adab Tatkala Mengalami Kesedihan yang Mendalam
Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor :
1. Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah
2. Usaha yang tidak atau belum berhasil
3. Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya
4. Cita-cita yang tidak kesampaian

5. Banyaknya hutang yang sulit dibayar
6. Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya
7. Terbelenggu orang lain
8. Ketinggalan dalam beramal saleh
9. Kesempatan yang telah disia-siakan
10. Merasa jauh dari Allah, dll.

Bagi orang beriman yang tawakkal, kesedihan tidak boleh berkelanjutan. Karena orang beriman yakin bahwa segala apa yang dimiliki manusia pada hakekatnya hanya titipan sementara dari Allah, yang suatu saat pasti akan dicabut kembali.
Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, Nabi SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa di bawah ini :

Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Laa ilaha ilallaahul ’azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul ’arsyil ’azhiim, laa ilaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim

“Tiada tuhan melinkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur ‘Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit, Pengatur bumi dan Pengatur ‘Arasy mulia.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Jika kita sedang menghadapi urusan penting, Nabi menganjurkan untuk membaca


يا حي يا قيـوم برحمتك أستغيث

Yaa hayyu yaa qayyuum. Birahmatika Astaghist

“Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Mengatur. Kumohon pertolongan dengan rahmat-Mu” (H.R. Tirmidzi)


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaha illa anta. Subhanaka innii kuntum minazhaalimiin

“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(Q.S.Al-Anbiya : 87)


اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك , أو أنزلته في كتابك, أو علمته أحدا من حلقك, أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرأن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهب همي

“Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, dan memandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon denganasma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Adab Agar terhindar dari Kesedihan

1. Meluruskan kembali keyakinan bahwa Allah-lah pengatur segala ciptaan-Nya
2. Kita yakini bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya
3. Kita yakini bahwa segala ujian pasti untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, meninggikan derajat, dan mendekatkan hamba-Nya ke sisi-Nya.
4. Kita yakini bahwa setiap orang sudah diqadar rezkinya, ada yang diluaskan dan ada yang disempitkan
5. Keluasan dan kesempitan rezki di dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah
6. Setiap jatah rezki seseorang pasti akan diberikan oleh Allah sebelum orang itu dicabut nyawanya, oleh karena itu tidak boleh berikhtiar dengan terlalu memaksakan diri dan usaha yang tidak halal. Sabda Nabi SAW :


إن روح القدوس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها و أجلها
فاتقوا الله و أجملوا فى الطلب

“Sesungguhnya malaikat Jibril berbisik dalam hatiku, bahwa seseorang tidak akan mati sehingga ia menyelesaikan (jatah) rezki dan ajalnya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam berusaha mencarinya.” (H.R. Ibnu Hibban)

7. Bagi orang beriman, ketenteraman hati hanya ada pada dzikir kepada Allah. Maka tiada yang dicari selain mendekatkan diri kepada Allah
8. Bagi orang beriman, menderita dalam ketaatan adalah sebuah kenikmatan hidup.
9. Mendawamkan shalat malam, shalat hajat dan shaum sunnat
10. Mendawamkan doa-doa di atas setiap saat, terutama ba’da shalat fardhu, shalat tahajjud dan shalat hajat, sebagaimana janji Allah melalui Rasul-Nya, Allah akan menghilangkan kesedihan dan menyelesaikan segala urusan.
11. Jika kesedihan itu karena hutang-hutang yang susah terbayarkan, maka Nabi mengajarkan doa berikut:


اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

“Ya Allah, cukupilah kebutuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah daku berkecukupan demi kemurahan-Mu daripada selain-Mu” (H.R. Tirmidzy)


اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن, و أعوذبك من العجز والكسل,
وأعوذبك من الجبن والبخل وأعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال

Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajiz wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rajali

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain.” (H.R. Abu Umamah dan Abu Sa’id)

Links:
[Rahsia dibalik doa kesedihan]
http://buikid-online.blogs.friendster.com/buikid_online/2005/07/rahsia_dibalik_.html

  • Rasulullah SAW. telah mengajar umatnya supaya berdoa dan memohon kepada Allah apabila mereka sedang ditimpa oleh kesedihan. Sesuatu kesedihan lazimnya adalah timbul setelah seseorang ditimpa suatu musibah.
  • Imam Ibnu Katsir menafsirkan surat At Taghaabun ayat 11 Barangsiapa yang ditimpa suatu musibah, lalu dia menyedari bahawa musibah tersebut adalah qadha dan qadar Allah, oleh itu dia dapat sabar menghadapinya dan reda menerimanya, niscaya Allah akan memberi hidayah (petunjuk) kepada hatinya dan mengganti apa yang luput itu dengan hidayah kepada hatinya serta keyakinan yang benar. Malahan terkadang gantian dari Allah itu lebih baik daripada apa yang luput. (Tafsir Al Quran Al ‘Azim 4/375).
  • Imam Ibnul Qayyim berkata: “Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita, dengan demikian barulah jelas apakah kita layak menjadi WALI ALLAH ataupun tidak”.
  • Allah berfirman dalam surah Fathi Maksudnya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[dOa untuk kesedihan yang mendalam]
http://asyarief.wordpress.com/2007/11/08/doa-untuk-kesedihan-yang-mendalam/

[dOa beRi kekuatan hadapi kesukaRan]
http://pkd.14.forumer.com/a/doa-beri-kekuatan-hadapi-kesukaran_post85.html

  • Doa adalah ibadat dan tanda pengabdian diri kepada Allah kerana memohon kepada-Nya membuktikan pengiktirafan bahawa hanya Allah yang Maha Berkuasa memenuhi segala hajat manusia. Amalan berdoa disuruh Allah dalam firman Surah Ghafir, ayat 60.
  • Doa juga boleh menjadi kekuatan seterusnya mendatangkan kemudahan kepada umat Islam untuk berhadapan dengan kesukaran seperti sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Doa itu senjata orang mukmin.” Kita digalakkan meminta apa saja kepada Allah dengan bahasa yang mudah, namun perlu menunjukkan kesungguhan melalui usaha mencari ayat doa yang sesuai memenuhi kehendak hajat yang ingin disampaikan kepada-Nya. Sebenarnya kualiti doa itu dipengaruhi kaedah doa, kesungguhan serta keikhlasan orang yang mengucapkannya.
  • Sebaik-baik doa disertakan dengan kesungguhan kita memastikan hajat dipinta dimakbulkan Allah. Doa akan dimustajabkan Allah apabila menepati waktunya, adabnya serta berpandukan kepada munajat nabi, rasul dan golongan solihin.

[selaRik dOa tentang deRita]
http://amuaz.wordpress.com/2007/11/14/selarik-doa-tentang-derita/

  • Nabi Ayyub memaknai sebuah penderitaan. Ia memandang rasa sabar kita seharusnya berbanding lurus dengan rasa syukur kita. Penderitaan yang kita terima, selayaknya diredam dengan betapa besarnya anugerah yang telah kita dapatkan.
  • Viktor Frankl, seorang pakar psikolog humanis, dalam buku Man’s Search For Meaning ¬yang dikarangnya, ia menuliskan, “Jangan biarkan penderitaan memicu munculnya gejala penyakit jiwa, tetapi biarkan ia memicu munculnya pencapaian seseorang.”
  • Pada doalah segala yang tidak mungkin bisa terjadi. Nabi saw. sendiri bersabda, “Takdir tidak ditolak kecuali oleh doa, dan tidak ada yang menambah umur manusia kecuali kebaikan yang dilakukan olehnya….”

[sebuah dOa ketika hampiR putus asa]
http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/halo-dunia/

  • Cerita Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus. Hanya ada satu pekerjaan yang dilakukannya: berzikir dan berdoa kepada Allah agar dilepaskan dari ujian berat itu. Dan Yunus pun berdoa, “La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazhalimin.” meski doa ini milik Yunus, tetapi doa ini juga milik seluruh kaum mukmin. Untuk itu, jika seorang mukmin dalam penderitaan dan kesulitan, kemudian berdoa dengan ini, maka Allah akan mengabulkanya.
  • Sebagai manusia yang imannya acapkali berfluktuasi tak menentu, penulis menghikmati dua poin penting:Pertama, Allah menguji tingkat kesabaran kita –yang seharusnya tak berbatas (soalnya sebagian kita sering komentar ‘kesabaran kan ada batasnya’)– hingga sebuah jawaban yang dijanjikan-Nya itu datang menghampiri kita. Kedua, penderitaan dan duka sejatinya bukan sebuah keputusan yang ditetapkan Allah. Ia bukan datang dari atas sana. Ia ada di dalam diri kita. Ia adalah realitas (kenyataan) subyektif kita.

[stRategi mengatasi kegundahan hati]
http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=753&Itemid=62

  • Betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, tidak hanya sekedar daging tetapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti dan penentu keputusan terbesar seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda,yang artinya“Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yang membenarkanmu.” (H.R Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darani).
  • Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika hidup yang penuh dengan konflik, persoalan dan tantangan bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya dan nurani kebaikan sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Olehnya Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu Al-Quran Karim.
  • Kenapa Aku Diuji? [QS. Al-Ankabut: 2-3], Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan? [QS. Al-Baqarah ayat 216], Kenapa Ujian Seberat Ini? [QS. Al-Baqarah ayat 286], Bagaimana Menyikapi Rasa Frustasi? [QS. Al-Imran ayat 139], Sungguh, Aku Tak Dapat Bertahan Lagi…!!!!! [QS. Yusuf ayat 87], Bagaimana Aku Harus Menghadapi Persoalan Hidup ? [QS. Al-Imran ayat 200], Apa Solusinya? [QS. Al-Baqarah ayat 45-46], Siapa Yang Menolong Dan Melindungiku? [QS. Ali Imran: 173], Kepada Siapa Aku Berharap? [QS. At-Taubah ayat 129], Apa Balasan Atau Hikmah Dari Semua Ini? [QS. At-Taubah ayat 111]

[nikmat…begitu banyak yang telah teRlewatkan tanpa mensyukuRinya]
http://eramuslim.com/atk/oim/43db6887.htm

  • Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya.

[dusta yang mana lagi… ? ]
http://hikmahislam.blogsome.com/2007/02/07/p7/

  • Dalam Surat ar-Rahman adalah surat ke 55, Allah menggunakan kata “dusta”; bukan kata “ingkari”, “tolak” dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa ni’mat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran.

[tentang nikmat]
http://blog.unisa81.net/2006/09/27/45/

  • Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan. ”Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan??”, Nikmat Sehat yaa Qowi, Nikmat waktu luang yaa Muhshi, Nikmat masa muda yaa Jalil, Nikmat keindahan yaa Badii’, Nikmat ilmu yaa Aliim, Nikmat rezeki yaa Ghani’, Nikmat mendengar yaa Samii’, Nikmat melihat yaa Bashir, Nikmat iman yaa Allah… ah, kami malu padaMu Allah..

[beRpRilaku baik melalui ucapan, peRbuatan dan segala bentuk al-ma’Ruf]
http://www.almanhaj.or.id/content/1007/slash/0

  • Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah : Berprilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuk diri dan tindak kebajikan untuk orang lain.
  • Suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan. Dan bahwasanya orang mu’min yang hanya berharap pahala Allah akan dianugrahi olehNya pahala yang agung. Termasuk pahala agung itu adalah hilangnya kegundahan, kesedihan, keruwetan hati dan semacamnya.

[satu dOa ketika gelisah meRuyak]
http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/satu-doa-ketika-gelisah-meruyak/

  • Kenestapaan yang umumnya membuat kita larut dalam kecemasan dan kegelisahan yang parah. Saya menyebut kondisi ini dengan kegelisahan negatif
  • Bila seseorang melihat kejadian pahit yang melandanya itu sebagai sebuah berkah, seumpama anugerah tersembunyi yang suatu saat akan menyembul tiba-tiba, maka ialah sosok yang saya sebut sebagai manusia yang memiliki kegelisahan positif.
  • Menurut sufi Hazrat Salahedin Ali Nader Angha, adalah karakter yang senantiasa menganggap peristiwa-peristiwa pahit sebagai sesuatu yang tidak “buruk”, melainkan lebih merupakan pengalaman-pengalaman yang darinya kita bisa belajar untuk lebih dewasa.
  • Kegelisahan positif ini tidak tumbuh menyelubungi jiwa seseorang begitu saja. Ia bukan sesuatu yang taken for granted. Ia hadir ketika keyakinan hati seorang hamba menerbitkan Allah di sisinya. Ia tempatkan Sang Rahman sebagai Sahabat dan Penolong sejatinya seraya terus melafal-lafal hasbunallah wa ni’mal wakil di lidahnya, di hatinya.

[DOA] mOhOn dimudahkan segala uRusan
http://orido.wordpress.com/2007/06/14/doa-mohon-dimudahkan-segala-urusan/

[memang, indah banget… dan itu untukmu.. ]
http://heningsept.blogspot.com/2007/05/memang-indah-banget-dan-itu-untukmu.html

hanya dengan Allah, hatimu akan menjadi tenang

credit to : https://sedekahdoa.wordpress.com/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/

Posted in ujian | Tagged | Leave a comment

Bicara syukur

[DOA] Mohon Dijadikan Hamba Yang Bersyukur


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin..”

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. An-Naml : 19)


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Firman Allah SWT:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 152)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 172)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran, 3 : 145)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 14 : 7)

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nahl, 16: 18).

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml, 27 : 40)

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash, 28 : 73)

“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabuut, 29 : 17)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.s. Luqman, 31 : 12)

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

tiga puluh satu kali Allah SWT menyatakan hal ini dalam Al-Qur’an…

aRtikelteRkait:

Link:
[Allah menambahkan nikmatnya kepada ORang yang bersyukuR]
http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/

  • Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah.
  • Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah.
  • Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan seseorang kepada Allah.
  • Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah.
  • Orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki hati nurani.
  • Mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit.
  • Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.
  • Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

[kedahsyatan bersyukuR]
http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=126

  • Salah satu Kedahsyatan kalimat syukur bisa kita lihat di hasil penelitian Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan jepang, dimana ketika sebuah air di beri ucapan kalimat syukur, terima kasih, maka molekul airnya membentuk sebuah kristal-kristal yang indah dan mempesona..padahal tubuh manusia 75% terdiri dari air, Otak 74,5% air, Darah 82% air, Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Betapa dahsyatnya tubuh manusia ketika setiap detiknya, menitnya dan jamnya selalu dihiasi dengan kalimat syukur Alhamdulilah…?
  • Bersyukur merupakan salah satu kunci utama untuk sukses. J.R.Murphy, penulis buku Your Infinite power to be rich mengatakan: seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata: Syukur!
  • Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas mengatakan: kalau anda ingin sukses, maka bersyukurlah lebih keras!
  • Ada satu lagi resep dari Rasulullah agar kita bisa bersyukur dengan nikmat yang Alloh berikan yaitu : Selalu melihat orang yang dibawah kita dan jangan melihat yang diatas kita, karena dengan meihat mereka yang taraf hidupnya dibawah kita, otomatis kita akan teringat dengan apa yang sudah kita miliki, sedangkan bila melihat yang taraf hidupnya diatas kita, maka kita akan selalu membayangkan apa yang belum kita miliki , walhasil kita akan hidup terus dalam angan-angan dan lamunan yang tidak jelas batas akhirnya, ingat mendingan kita makan singkong tapi beneran daripada makan roti tapi mimpi, betulkan?

[tiga caRa beRsyukuR]
http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164

  • Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.
  • Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.
  • Tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kedua, bersyukur dengan ucapan. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan.
  • Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan.

[menjadi pRibadi yang beRsyukuR]
http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/

  • Bekerja yang dilakukan oleh nabi Daud tentunya bukan atas dasar tuntutan atau desakan kebutuhan hidup, karena ia seorang raja yang sudah tercukupi kebutuhannya, namun ia memilih sesuatu yang utama sebagai perwujudan rasa syukurnya yang tiada terhingga kepada Allah swt.
  • Ibnul Qayyim merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur yang sungguh-sungguh, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.
  • Sehingga bentuk implementasi dari rasa syukur bisa beragam; shalat seseorang merupakan bukti syukurnya, puasa dan zakat seseorang juga bukti akan syukurnya, segala kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah implementasi syukur. Intinya, syukur adalah takwa kepada Allah dan amal shaleh seperti yang disimpulkan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.
  • Az-Zamakhsyari memberikan penafsirannya atas petikan ayat, “Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah” bahwa ayat ini memerintahkan untuk senantiasa bekerja dan mengabdi kepada Allah swt dengan semangat motifasi mensyukuri atas segala karunia nikmat-Nya. Ayat ini juga menjadi argumentasi yang kuat bahwa ibadah hendaklah dijalankan dalam rangka mensyukuri Allah swt.
  • Pemahaman Rasulullah saw akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal ra dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).
  • Ciri lain seorang hamba yang bersyukur secara korelatif dapat ditemukan dalam ayat setelahnya bahwa ia senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah swt yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukurnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa.

[nikmat kaRena beRsyukuR]
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=33278

  • Lazimnya apabila mendapat nikmat berupa rezeki yang tidak diduga duga, lulus ujian, pangkat naik, dapat jabatan empuk, memenangkan tender, dan hal hal lain yang menggembirakan orang mengucapkan “Alhamdulillah” kemudian sujud syukur. Itu sudah bagus. Tapi agaknya masih belum umum dilakukan orang, aktualisasi dari rasa syukur itu, misalnya dengan melaksanakan sepotong ayat ” Dan terhadap nikmat Allah itu hendaknya engkau sebar luaskan” ( Ad Dhuha 11 ). Maknanya nikmat yang diperolehnya, ikut juga dirasakan oleh orang lain, berupa zakat atau infak, sedekah. Kemudian ibadah ritualnya menjadi lebih meningkat, misalnya dengan melaksanakan salat Dhuha, membaca Al-Quran dan salat tahajjut.
  • Kunci pembuka nikmat bahagia itu kilah K.H. Abdullah Gymnastiar, ialah bernama Syukur. Maknanya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar. Pantaslah kalau dai kondang muda, pemimpin salah satu majelis zikir di Depok Jakarta, Drs. H. m. Arifin Ilaham yang baru baru ini berkunjung ke pontianak berkata ” Hidup adalah sorga kalau orang mampu bersyukur.”.
  • Benarlah penegasan Rasulullah SAW., “Sedikit harta, tetapi mampu kamu syukuri lebih baik daripada banyak harta tetapi tidak mampu kamu syukuri” ( Al Hadis ). Dan sejak awal Tuhan telah berfirman ” Siapa yang bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” ( Ibrahim 7).

[amal shalih membantu mendatangkan kebeRkahan]

http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0

  • Keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih berikut: [1] Mensyukuri Segala Nikmat, [2] Membayar Zakat (Sedekah), [3] Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah, [4] Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa, [5] Menyambung Tali Silaturahmi, [6] Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal, [7] Bekerja Saat Waktu Pagi.

[syukuR]
http://d1ah.com/syukur/

  • Keutamaan syukur disebutkan dalam hadis, seperti sabda Rasulullah SAW, yang artinya : orang yang makan dan bersyukur menyerupai orang berpuasa yang bersabar. Syukur wajib kita panjatkan kepada yang memberi hidup ini, yang mengatur segala urusan atas segala limpahan rahman dan rohimNya.
  • Syukur tidak hanya harus kita panjatkan setelah kita mendapatkan nikmat dan karuniaNya sewaktu doa-doa kita sudah terkabul. Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas syukur wajib kita ucapkan pada saat kita memanjatkan doa permohonan kita kepada sang Ilahi. Jadi sebelum doa itu dikabulkan. Disitu dia mengatakan 3 syarat doa yang efektif (maksudnya: mudah dikabulkan) adalah : 1. MINTA : dengan niat yang jelas, 2. YAKIN : percaya yang diinginkan terkabul dan 3. TERIMA : bersyukur menerima terkabulnya doa kita.

[antaRa si kaya yang beRsyukuR dan si fakiR yang beRsabaR]
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143

  • Dan diantaranya adalah bahwa kaum fuqara’ akan masuk kedalam syurga mendahului kaum kaya setengah hari (sebelum mereka), setengah hari sebanding dengan 500 tahun (waktu di dunia). Dan terdapat riwayat dengan 40 kali musim gugur. Sehingga kaum kaya muslimin berangan-angan bahwa seandainya mereka dahulu termasuk kaum fuqara’. Adapun tentang masuknya kaum fuqara’ kedalam syurga, maka tidak serta merta hal tersebut menunjukkan berkurangnya derajat si kaya, bahkan bisa jadi si kaya yang belakangan masuk syurga, lebih tinggi derajatnya daripada si fakir yang mendahuluinya masuk syurga.
  • Keutamaan-keutamaan bersedekah telah diketahui besarnya dan manfaatnya tidak terhitung jumlahnya. Dan inilah diantara buah si kaya yang bersyukur”.

[maRi belajaR beRsyukuR]
http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml

  • Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Nikmat iman, sehat, penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dll) serta nikmat-nikmat lain yg tak terkira. Namun dengan sekian banyaknya nikmat yang Allah berikan sering kali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak bersyukur. Na’udzubillahi min dzalik.
  • Syukur diartikan dengan memberi pujian kepada yg memberi nikmat dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa ma’ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya.
  • Kita harus berusaha menerapkan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap aktivitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturanNya. Kerusakan yang sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari kita. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita mulai diri dan keluarga kita, belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai menjadi balasan siksa karena kufur akan nikmatNnya. Mulailah untuk sering melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih banyak mengatakan “Alhamdulillah“.

[isteRi haRus banyak beRsyukuR dan tidak banyak menuntut]
http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0

  • Setiap mukmin dan mukminah diperintahkan untuk bersyukur karena dengan bersyukur, Allah akan menambahkan rizki yang telah Dia berikan kepadanya.
  • Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya. Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.
  • Sekali (saja) suami tidak berbuat baik kepada si isteri, maka dilupakan seluruh kebaikannya selama satu tahun. Itulah yang disebut kufur.

[syukuR, kegembiRaan, Rendah hati, kemuRahan dan kedeRmawanan]
http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0

  • Orang yang beriman kepada qadar mengetahui bahwa segala kenikmatan yang dimilikinya berasal dari Allah semata dan bahwa Allah-lah yang menolak segala hal yang dibenci dan penderitaan, lalu hal itu mendorongnya untuk mengesakan Allah dengan bersyukur. Jika datang kepadanya sesuatu yang disukainya, maka dia ber-syukur kepada Allah karenanya, karena Dia-lah Yang memberi nikmat dan karunia. Jika datang kepadanya sesuatu yang tidak disenanginya, dia bersyukur kepada Allah atas apa yang telah ditakdirkan kepadanya, dengan menahan amarah, tidak mengeluh, memelihara adab, dan menempuh jalan ilmu. Sebab, mengenal Allah dan beradab kepada-Nya akan mendorong untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang disenangi dan yang tidak disenangi, meskipun bersyukur atas hal-hal yang tidak disenangi itu lebih berat dan lebih sulit. Karena itu, kedudukan syukur lebih tinggi daripada ridha.
  • Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, “Kegembiraan adalah kenikmatan, kelezatan dan kesenangan hati yang paling tinggi, maka kegembiraan adalah kenikmatannya sedangkan kesedihan adalah adzabnya.
  • Gembira kepada sesuatu adalah melebihi ridha kepadanya, karena ridha adalah ketentraman, ketenangan, dan lapang dada, sedangkan kegembiraan adalah kelezatan, kesenangan, dan suka cita. Setiap orang yang gembira adalah orang yang ridha, tapi tidak semua orang yang ridha adalah orang yang bergembira. Karenanya, kegembiraan lawannya adalah kesedihan, sedangkan ridha lawannya adalah kebencian. Kesedihan menyakitkan orangnya, sedangkan kebencian tidak menyakitkannya, kecuali bila disertai kelemahan untuk membalas.
  • Jika manusia bertawadhu’ kepada Allah Azza wa Jalla, maka kemuliaannya sempurna, nilainya tinggi, keutamaannya mencapai puncaknya, kewibawaannya tinggi di hati manusia, dan Allah menambahkan kemuliaan serta derajat besar kepadanya. Karena barangsiapa yang bertawadhu’ kepada Allah, maka Dia meninggikannya. Dan jika Allah telah meninggikan derajat seorang hamba, maka siapakah yang dapat merendahkannya? Sebaik-baik akhlak pemuda dan yang paling sempurna ialah ketawadhu’annya kepada manusia padahal derajatnya tinggi.
  • Orang yang beriman kepada qadar mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah-lah Yang memberi rizki dan menentukan penghidupan di antara para makhluk, sehingga masing-masing mendapatkan bagiannya. Tidaklah mati suatu jiwa pun sehingga sempurna rizki dan ajalnya, dan tidaklah seseorang menjadi fakir, kecuali dengan takdir Allah Azza wa Jalla.

[caRa membuat kita mengeRti beRsyukuR]
http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-bersyukur/

  • Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.?

[beRsyukuR sepanjang waktu]

http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-waktu.htm

  • Di tengah musibah yang menyedihkan tersebut pamanku masih bisa bersyukur. Ia bersyukur karena pasar tidak dibakar seperti banyak terjadi di beberapa pasar yang lain. Dengan tidak dibakar, beberapa barang yang masih bisa dijual, bisa diselamatkan. Tak terbayang jika pasar dibakar secara tiba-tiba, tentu kerugian akan berlipat karena barang dagangan yang ada akan lenyap menjadi abu.
  • Ada dua pelajaran yang kupetik dari kejadian yang menimpa pamanku tersebut. Pertama, bersyukur hendaknya dilakukan sepanjang waktu. Bersyukur di kala mendapat kenikmatan adalah hal biasa dan memang seharusnya demikian adanya. Tetapi bersyukur di kala mendapat musibah, adalah hal yang luar biasa. Hanya orang yang ridha terhadap qadha dan takdir Allah-lah yang bisa demikian. Kedua, syukur akan nampak jika hamba mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk ‘seharusnya’ terjadi pada dirinya. Pamanku masih bisa bersyukur karena mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk tersebut, yaitu seandainya kiosnya terbakar.

…Bersujud kepada Allah, Bersyukur sepanjang waktu, Setiap napasmu seluruh hidupmu, Semoga diberkahi Allah… (Opick)

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?…

https://sedekahdoa.wordpress.com/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/

Posted in syukur, Uncategorized | Tagged | Leave a comment