RIYADUSSHOLIHIN

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/

HADIS 1 :

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/hadits-1/

HADIS 2:

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/hadits-2/

 

HADIS 3:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, berkata: Nabi s.a.w. bersabda: “Tidak ada hijrah setelah futuh/penaklukan (Makkah), tetapi yang ada ialah jihad dan niat. Maka dari itu, apabila engkau semua diminta untuk keluar – oleh imam untuk berjihad, – maka keluarlah – yakni berangkatlah.” (Muttafaq ‘alaih)

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/hadits-3/

 

HADITS 4

Dari Abu Abdillah yaitu Jabir bin Abdullah al-Anshari radhiallahu’anhuma, berkata:
Kita berada beserta Nabi s.a.w. dalam suatu peperangan – yaitu perang Tabuk – kemudian beliau s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya di Madinah itu ada beberapa orang lelaki yang engkau semua tidak menempuh suatu perjalanan dan tidak pula menyeberangi suatu lembah, melainkan orangorang tadi ada besertamu – yakni sama-sama memperoleh pahala – mereka itu terhalang oleh sakit – maksudnya andaikata tidak sakit pasti ikut berperang.”
Dalam suatu riwayat dijelaskan: “Melainkan mereka – yang tertinggal itu – berserikat denganmu dalam hal pahalanya.” (Riwayat Muslim)

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/hadits-4/

 

HADITS 5

Dari Abu Yazid yaitu Ma’an bin Yazid bin Akhnas radhiallahu ‘anhum. Ia, ayahnya
dan neneknya adalah termasuk golongan sahabat semua. Kata saya: “Ayahku, yaitu Yazid mengeluarkan beberapa dinar yang dengannya ia bersedekah, lalu dinar-dinar itu ia letakkan di sisi seseorang di dalam masjid.
Saya – yakni Ma’an anak Yazid – datang untuk mengambilnya, kemudian saya menemui ayahku dengan dinar-dinar tadi. Ayah berkata: “Demi Allah, bukan engkau yang kukehendaki – untuk diberi sedekah itu.”
Selanjutnya hal itu saya adukan kepada Rasulullah s.a.w., lalu beliau bersabda:
“Bagimu adalah apa yang engkau niatkan hai Yazid – yakni bahwa engkau telah memperoleh pahala sesuai dengan niat sedekahmu itu – sedang bagimu adalah apa yang engkau ambil, hai Ma’an – yakni bahwa engkau boleh terus memiliki dinar-dinar tersebut, kerana juga sudah diizinkan oleh orang yang ada di masjid, yang dimaksudkan oleh Yazid tadi.” (Riwayat Bukhari)

 

https://almubayyin.wordpress.com/kajian-riyadhus-shalihin/hadits-5/