Fenomena Kesombongan

Bismillah

Sifat sombong merupakan penyakit yang sangat membinasakan, Allah mewanti-wanti para hamba-Nya dari penyakit ini. Allah Ta’ala Berfirman :

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. (Qs, Al Israa :37)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS, An Nissa :36)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam juga menwanti-wanti umatnya, beliau bersabda :

“Tidak akan masuk syurga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji zarah (atom)” (HR. Muslim 2/89 dan At Tirmidzi 3/243)

 

kesombongan dan keangkuhnya merupakan sumber keburukan dan kejahatanya. Kesombongan telah menjadi problem terhadap jutaan manusia yang hidup dimasa lalu, keburukanya juga merampas kesadaraan sifat dasar kebanyakan manusia yang hidup hari ini dan menyeret mereka ke jalan yang sesat.

Penyebab-penyebab kesombongan

Kekuasaan dan kekayaan

 

Sebuah penelitian terhadap sejarah menyatakan bahwa harta dan kekuasaan merupakan karakter yang lazim bagi orang-orang yang sombong dan congkak. Karena dengan kekuasaan yang mereka genggam dan harta yang melimpah, mereka menolak beriman. Raja Namrud, Fira’un adalah sebagai salah satu contoh karekter kesombongan orang-orang karena kekuasaan, sedangkan Qorun karena hartanya.

Status, Prestise dan kemuliaan

 

Memegang status prestise muncul dari dalam dirinya, merupakan salah satu tipuan hidup di dunia ini. Sungguh sia-sia dan tidak rasional manusia menjadi sombong dan merasa super karena status dan prestise yang didapatkan dalam kehidupan ini.

Pengaruh kesombongan terhadap hati dan jiwa

Hati  berpenyakit dan pikiran terganggu

Orang yang normal menikmati hati yang labil, pikiran yang stabil sangat terbuka dan tulus. Namun orang yang sombong hatinya menderita, pikiranya gelap dan terganggu. Dengan menipu dan dikendalikan oleh kesombongan, dunianya adalah dunia gelisah, suram dan menyusahkan, termakan oleh konsep pemikiran yang berliku-liku. Disebabkan kurangnya sikap positif, mereka sangat temperamen dan mudah terserang penyakit. Jarang terlihat ekspresi bahagia, karena kebahagiaanya hanya dari kata-kata yang dapat memujinya, penghargaan yang membesarkan hatinya terdengar dari mulut orang lain atau dirinya sendiri.

Hatinya selalu merasa khawatir bila berbuat salah

Semua bisikan hati, tindakan dan pemikiranya yang dikelilingi oleh rasa sombong bertujuaan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain dan mengharap dirinya menjadi yang paling hebat. Karena sebab itulah mereka terlalu khawatir untuk melakukan kesalahan. Buat mereka, melakukan kesalahan merupakan bentuk kehinaan.

Selalu merasa dirinya paling benar, paling bersih, tapi Bila ia melakukan kesalahan, maka dirinya akan berusaha untuk melepaskan diri dari tuduhan bersalah. Allah Ta’ala berfirman :

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun’.(Qs, An Nisa 49)

Orang sombong akan merendahkan orang lain manakala mereka mengetahui kesalahannya, mereka membesar-besarkan kesalahan yang dilakukan orang lain, mengambil semua kesempatan untuk menyoroti hal ini. Meraka tidak memiliki rasa kasihan terhadap siapa saja yang melakukan kesalahan dan merendahkan orang lain, untuk itu tak seorangpun merasa nyaman bila di dekatnya, karena ia senantisa menciptakan atsmofhir negatif.

Kesombongan gaya baru “Narsisme” (memuja diri)

Epidemic Narsisme adalah bagian dari budaya Barat yang kini mewabah di negeri ini, dari pejabat, artis, pelajar dan sampai orang biasa pun ikut tergoda untuk menojolkan diri mereka, penampilan fisik mereka, pengidolaan atas para selebritis, dan aneka kegiatan mencari perhatian.

Narsisme adalah sebentuk kepercayaan diri yang berlebihan yang akhirnya menjadi kesombongan. Orang yang narsisme bila berhubungan dengan orang lain, ia akan kahilangan empati atau kepekaan tehadap orang lain dan lebih parah lagi dirinya terus menerus dipuja.

Fenomena para selebritis, serta media-media yang mentrsamisikan narsisme, menekan sifat masyarakat terutama dalam hal matrealisme, keunikan diri, perilaku anti sosial, masalah hubungan dengan orang lain, dan lain sebagainya  

Narsisme memang dekat dengan fenomena memoles citra terus-menerus dan menjadikannya semakin lama semakin jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Para artis, pejabat, politisi dan sampai orang biasa pun tampil secara nasrsis. 

Orang sekarang senang dengan yang semu dan tak jemu untuk terus berbohong. Citra mendahului kenyataan, dan yang paling penting adalah apa yang menajadi kulit luar ketimbang apa yang menjadi intisari dalam diri.

Diantara fenomena kesombongan yang lain adalah tidak mau kembali kepada kebenaran dan tidak mau terima kebenaraan tersebut, Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda :

“Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR. Muslim, Syarh Muslim 2/89)

“Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya”.(Qs, Al Baqarah 206)

Setiap manusia diberi fitrah oleh Allah Ta’ala berupa kesuciaan (hati dan jiwa yang lurus). Ia akan mengawali kehidupannya dengan fitrah suci ini. Setelah itu bisa terjadi perubahan yang sangat capat dan drastis tanpa diduga arahnya. Para penyeru kerusakan fitrah ini jumlahnya sangat banyak sehingga tak heran bila seseorang keluar dari kesucian hati dan jiwa yang lurus ini lebih banyak daripada yang istiqomah.

Keinginan untuk merubah diri (menjadi baik) telah hilang dari kebanyakan orang, sementara “bola api” yang ditendang oleh para penyeru kerusakan itu membakar disana sini. Bila terkena percikanya akan menjadi abu yang siap ditiup angin, sementara hampir tidak ada orang yang tampil membantu dan membela karena orang yang ingin menolong pun tidak lepas pula dari mangsa sang bola api tersebut.

Disaat kritis inilah setiap manusia sangat membutuhkan wahyu yang akan menyirami, menyejukan dan memelihara diri dan hatinya. Al Qur’an dan Sunnah bagaikan siraman kesejukan atas kegersangan hidup, sebagai tameng dari kerusakan yang terjadi.

Bila setiap orang sadar dan intropeksi diri, ia akan menemukan ada penyeru di dalam hatinya, yang akan mengajak kepada ridha Allah ataupun kepada murka-Nya. Dan sesungguhnya pada setiap diri manusia ada pendorong yang saling tarik menarik dalam berbuat, itulah hati yang memiliki hak untuk menentukan segala perilaku kita, baik dan buruknya, resiko yang akan diterimanya, atau dampak yang akan terjadi di kemudiaan hari.

Wallahu ‘alam

Posted in mazmumah, Uncategorized | Tagged | Leave a comment

5 Tips Pengurusan Masa Untuk Muslim

Demi masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, melainkan mereka yang beriman dan beramal soleh, dan berpesan-pesan dalam kebenaran, dan berpesan-pesan dalam kesabaran.” (Surah al-Asr, 103 : 1-3)

Bayangkan anda sedang memulakan hari kerja anda. Anda duduk di hadapan komputer untuk memulakan projek yang anda sudahpun ketinggalan beberapa hari. Tiba-tiba telefon anda berdering. Anda berbual dengan sahabat sekerja anda selama 20 minit mengenai satu acara yang anda sedang merancang untuk hujung minggu. Selepas anda meletakkan gagang, anda menyemak pula status Facebook anda, respon kepada beberapa e-mel, dan terus menuju ke bilik rehat untuk menikmati snek. Tanpa anda sedari, dua jam sudah berlalu dan anda masih belum berbuat apa-apa kerja untuk projek anda. Dan sekarang anda mendapati kerja yang anda perlu selesaikan semakin bertimbun selain projek anda, dan anda hampir tidak mempunyai masa yang cukup untuk menyiapkannya. Adakah perkara seperti ini biasa berlaku kepada anda? Kalau ya, anda sangat memerlukan perubahan dalam pengurusan masa anda.

Perkara pertama yang anda harus berikan perhatian ialah : anda harus menguruskan masa anda. Masa sentiasa bergerak maju walau apa pun yang anda lakukan. Anda diberikan 24 jam, 1440 minit atau 86400 saat setiap hari untuk anda gunakan mengikut kehendak anda. Jika kita katakan ‘menguruskan masa’, ia menunjukkan bahawa anda boleh mengawal masa anda. Walaupun kita tidak boleh mengawal jumlah masa dalam sehari, namun, kita boleh mengawal apa yang kita lakukan dalam tempoh 24 jam yang diberikan -insha Allah.

Charles Bruxton pernah berkata, “Anda tidak akan mendapati masa untuk apa-apa pun. Jika anda inginkan masa, anda mestilah wujudkannya.” Tips ini dirangka dengan harapan anda mampu untuk mengadakan masa untuk diri anda. Terpulang kepada anda jika anda memilih untuk menggunakan masa anda untuk menyiapkan kerja, meluangkan masa bersama keluarga, ataupun membaca buku sambil berbaring di atas buaian.

Di sini dikongsikan lima tips untuk membantu anda menggunakan masa anda dengan bijak, menjadi lebih produktif dan dengan itu, berasa lebih gembira dan kurang tertekan sebagai Muslim.

1. Ketahui ke mana masa anda bergerak. Jika anda ingin mengurangkan masa yang terbuang begitu sahaja, anda harus mencari di mana punca masalahnya. Cara yang paling mudah adaalah dengan duduk dengan pen dan kertas di tangan, dan merangka aktiviti harian anda. Anda mempunyai 24 jam ; tuliskan bagaimana anda rasa anda menghabiskannya. Untuk lakukannya dengan cara yang paling mudah, lukis satu carta yang ringkas yang menunjukkan jumlah masa yang anda peruntukkan untuk aktiviti-aktiviti anda. Contoh carta harian yang biasa akan kelihatan seperti ini :

Tidur : 8 jam
Makan (termasuk penyediaan) : 2 jam
Kerja : 8 jam
Perjalanan : 1 jam
Solat : 1 jam
Senaman : 1 jam
Mandi dan memakai pakaian : 1 jam
Lain-lain : 3 jam
Jumlah : 24 jam

Jumlah masa yang anda peruntukkan untuk setiap aktiviti berbeza mengikut jadual peribadi dan keutamaan anda. Oleh sebab anda sekarang sudah mendapat gambaran mengenai ke mana masa anda dihabiskan, mari kita kaji hal ini dari sudut yang lebih spesifik. Anda perlu catatkan ke mana masa anda dihabiskan.

Contohnya, anda tahu anda habiskan 8 jam di tempat kerja, tetapi anda gagal menyiapkan semua kerja. Kenapa? Bawa buku nota ke pejabat, dan catatkan segala yang anda lakukan dan berapa lama masa anda ambil untuk melakukannya. Catatkan setiap sesi minum kopi, semakan Facebook, perbincangan mengenai penyejuk air dan projek-projek. Di penghujung hari, anda mungkin akan terkejut kerana mengetahui berapa banyak masa yang anda habiskan atas perkara-perkara yang tidak penting, kerana anda mudah terganggu.

“Ada dua kurniaan yang memperdaya ramai manusia : Nikmat kesihatan dan masa lapang.” (Bukhari 8/421)




2. Tetapkan tujuan : Apakah matlamat mutakhir anda? Sebagai Muslim, segala yang kita lakukan kerana Allah s.w.t. dianggap sebagai ibadah. Adakah anda inginkan lebih masa untuk berehat atau meluangkannya bersama keluarga tanpa rasa bersalah? Anda mungkin bekerja dari rumah dan anda mahukan lebih banyak kerja disiapkan untuk meningkatkan pendapatan anda, jadi anda perlulah menjadi lebih produktif. Walau apa jua tujuan anda, mempelajari cara-cara menguruskan masa dengan lebih cekap adalah sangat berguna. Anda hendaklah mencatatkan tujuan anda di atas sehelai kertas, dan letakkannya di mana anda boleh melihatnya. Apabila anda berasa terganggu, renungilah tujuan anda dan ingatkan diri anda agar fokus. Jika anda ingin memasukkan pembacaan al-Quran dalam aktiviti harian anda tetapi anda sudah kehabisan masa untuknya, mungkin anda boleh memasukkannya dalam 30 minit semasa anda memandu ke tempat kerja, dan 30 minit tatkala anda memandu pulang ke rumah, insha Allah.

Mewujudkan matlamat boleh menjadi cara yang berkesan untuk memastikan anda konsisten dalam sesuatu kerja. Apabila kita berterusan bermuhasabah bahawa kita perlu melakukan perubahan, kita akan cenderung untuk tetap dalam rancangan kita.

Pada masa yang sama, anda boleh wujudkan matlamat pengurusan masa yang spesifik. Umpamanya, tetapkan bahawa anda akan menyemak akaun twitter anda selepas anda sudah menyelesaikan sesuatu projek ataupun sesudah mejalankan kerja dalam sesuatu tempoh masa. Hadiahi diri anda selepas anda mencapai sesuatu tujuan, insha Allah.

3. Mulakan segalanya dengan lafaz Bismillah, dan mulakan dan akhiri hari anda dengan suatu rancangan : Ambil 20 hingga 30 minit setiap pagi untuk tuliskan apa yang anda perlu lakukan pada hari tersebut. Senarai aktiviti yang anda buat haruslah mengikut keutamaan. Dengan membuat senarai untuk semua perkara yang anda perlu lakukan pada awal pagi, anda menetapkan perjalanan minda anda. Di penghujung hari, ambil apa-apa yang anda tinggalkan dan tuliskannya dalam senarai aktiviti anda untuk hari esoknya. Setiap pagi anda perlu memasukkan dalam senarai anda aktiviti yang anda gagal lakukan pada hari sebelumnya. Kalau boleh letakkan aktiviti yang gagal dilakukan ini di atas senarai tersebut agar anda tidak mempunyai senarai kecil yang sentiasa mengikuti anda dari minggu ke minggu..

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda :

“Berwaspadalah terhadap lima perkara sebelum lima perkara : Waktu muda sebelum usia tua, masa sihat sebelum sakit, kekayaan sebelum kemiskinan, waktu lapang sebelum waktu sempit dan hidup sebelum mati.” (Riwayat Tirmidzi)

4. Susun aktiviti anda mengikut keutamaan : Senaraikan enam perkara yang paling utama yang anda perlu selesaikan pada hari tersebut. Bagi sesetengah orang, jika jumlah aktiviti mereka melebihi enam, mereka akan berasa terbeban. Susunkan aktiviti anda dalam senarai itu daripada yang paling utama kepada yang kurang penting. Setelah anda selesaikan sesuatu perkara, teruskan kepada perkara yang seterusnya sehinggalah anda habiskan kesemuanya. Anda mungkin mampu atau tidak mampu untuk menyelesaikan semua perkara dalam senarai anda. Jika anda gagal menyelesaikan kesemua enam perkara, bawa perkara yang gagal dilaksanakan itu ke hari yang seterusnya dan catatkannya mengikut susunan.

5. Jadualkan penghantaran e-mel dan panggilan telefon : Tetapkan had masa untuk projek yang anda sedang usahakan dan peruntukkan jumlah masa yang spesifik untuk melakukan kerja-kerja kecil, seperti menyemak e-mel atau menjawab panggilan telefon. Menyemak e-mel anda setiap lima minit dan menjawab panggilan telefon setiap kali ia berdering boleh memakan masa anda. Abaikan telefon anda dan panggil semula orang yang panggilannya tidak dijawab itu kemudian, melainkan jika anda sedang menunggu panggilan yang sangat penting untuk projek anda.

Perkara yang paling penting untuk diingati adalah andalah yang menentukan apa yang anda lakukan dengan masa anda. Anda perlu memilih apa yang paling penting, dan perkara itu bukan seharusnya pekerjaan anda. Bagi saya dan keluarga saya, perkara yang paling penting ialah ibadah dan mengingati Allah dalam segala yang kami lakukan, insha Allah.

Menurut John Hall Gladstone : “Untuk memahami hidup seseorang, kita perlu bukan sahaja mengetahui apa yang dia lakukan, malah kita mestilah mengambil kira perkara yang dia sengaja tinggalkan. Terdapat had dalam jumlah kerja yang dilakukan oleh tubuh seseorang atau otaknya, dan dia ialah seorang yang tidak membazirkan tenaga untuk perkara yang tidak sesuai untuknya. Dan dia masih seorang yang bijak, dan memilih serta teguh untuk mengikuti perkara terbaik yang dia boleh ikuti daripada perkara-perkara lain yang dia boleh lakukan. Saya berdoa agar artikel ini bermanfaat bagi anda, dan agar anda, insha Allah, mengamalkannya dalam hidup anda.

*Artikel ini dicedok dan diterjemahkan daripada artikel ‘5 Time Management Tips For Muslims‘ oleh Zohra Sarwari

Posted in masa, Uncategorized | Tagged | Leave a comment

KENIKMATAN MENDAPATKAN TAKBIRATUL IHRAM

Syaikh Dr. Abdul Muhsin al-Ahmad bercerita:

Salah seorang masyaikh menceritakan bahwa salah seorang dari mereka adalah seorang imam masjid. Syaikh (pencerita) ini menceritakan suatu kisah tentang imam masjid tersebut. Beliau berkata: sesungguhnya suatu ketika sang imam ini datang ke masjid (untuk sholat subuh) dan kemudian dia mendengar suara berisik di dekat pintu masjid. Maka dia keluar untuk melihat ada apa disitu? Ketika sampai di pintu masjid sang imam ini melihat seorang lelaki sujud dengan sempurna di dekat sepatu-sepatu dan sandal-sandal (jamaah masjid) dan terdengar tangisan dari laki-laki ini.

Sang Imam berkata, “Aku heran kepadanya dan aku menyangkanya bahwa dia mungkin sedang tidak waras, bagaimana tidak, dia sujud ditempat seperti ini sementara ada tempat yang luas dan bersih di dalam masjid.”

Kemudian kembalilah Sang Imam ke masjid dan tibalah waktu sholat subuh dan bertakbirlah sang imam dan memulai sholatnya. Kemudian Sang Imam melanjutkan ceritanya, “Tiba-tiba aku mendengar suara tangisan yang keras di belakangku, namun demikian tetap kusempurnakan sholat sampai akhir dan setelah itu aku berpaling ke belakang dan kudapati seorang lelaki tertelungkup menangis. Aku terheran-heran dan berbagai macam pertanyaan akan laki-laki ini berkecamuk dalam diriku dan juga muncul empati kepadanya. Maka kemudian aku mendatanginya dan ketika aku melihatnya (dari dekat) ternyata dia laki-laki yang sama yang menangis di dekat pintu masjid di sisi sepatu-sepatu jamaah tadi.
Maka aku sangat terheran-heran dengan perkara lelaki ini maka aku bertanya kepadanya, ada apa dengan mu wahai saudara.. Aku melihatmu sujud di dekat sepatu-sepatu dan sekarang aku melihat mu disini penuh ketundukan kepada Allah.”
Akhirnya lelaki ini menceritakan kisahnya kepadaku, seraya berkata, “Baiklah aku akan ceritakan kisahku… Suatu kali aku mendengar hadis Rasulullah,

من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتبت له براءتان براءة من النار وبراءة من النفاق ( الترمذي برقم 241 وضعفه الترمذي ، وحسنه الألباني

“Barang siapa sholat ikhlas kepada Allah selama 40 hari dalam jamaah (di masjid), dia dapati takbir yang pertama (takbiratul ihram), maka dia akan dituliskan baginya lepas dari dua perkara: Lepas dari neraka dan lepas dari kemunafikan.” (H.R. At-tirmidzi no. 241 dan didhaifkan oleh Imam at-tirmidzi dan dihasankan oleh Imam al-Albani).

Maka aku menjadi termenung apakah aku bisa mendapatkan dua hal ini, lepas dari sifat munafik dan lepas dari neraka??? Hanya dengan menjaga takbiratul ihram bersama imam selama 40 hari??! Aku akan bersungguh-sungguh untuk melakukannya dan aku sudah melalui 39 malam, tidak tersisa kecuali satu malam saja. Akan tetapi pada fajar hari ke-40 aku ketiduran, ketika aku bangun kudapati masjid-masjid sudah mulai iqomah (tanda sholat segera ditegakkan), maka aku bangkit seperti orang gila, aku berwudhu, dan keluar serta mengendarai mobilku secepatnya. Aku berpindah dari satu masjid ke satu masjid lainnya. Demi Allah, aku menangis di dalam mobilku… Aku berkata, “Wahai Rabb-ku jangan haramkan aku dari karunia-Mu, jangan haramkan aku dari dua hal (lepas dari kemunafikan dan neraka).

Akhirnya aku berputar-putar di antara masjid ke masjid kemudian kudapati masjidmu ini masih tenang (belum mulai sholat), maka aku masuk ke dalamnya dalam keadaan gugup dan jantungku serasa sudah seperti sampai ke tenggorokan… Bagaimana keadaan jamaah? Apakah mereka berdiri? Tidak mungkin sujud? atau tidak mungkin ruku?… Saat itu, kudapati engkau sedang membaca Alquran, tidak ada yang bisa kulakukan untuk Rabb-ku selain bersujud di sisi sandal-sandal itu untuk Rabb-ku sebagai bentuk kesyukuranku kepada-Nya. Allah tidak mengabaikan cita-citaku… Akhirnya aku menyempurnakan 40 hari mendapati takbiratul ihrom bersama imam..

Sumber: http://www.ahlalhdeeth.com
Diterjemahkan oleh Ustadz Farid Fadhilah

Read more https://kisahmuslim.com/3856-kenikmatan-mendapatkan-takbiratul-ihram.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Membiasakan Memulai Dengan “Bismillah”

Hendaknya kita membiasakan diri memulai aktifitas kita dengan bacaan basmalah, misalnya mulai memperbaiki laptop, menulis surat, menyusui anak dan lain-lain. Kita juga membiasakan membaca doa-doa keseharian yang ada tuntunannya dalam syariat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بـ ” بسم الله ” فهو أبتر ” ، أي: ناقص البركة.

“Setiap perkara (kehidupan)  yang tidak dimulai dengan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya”[1]

Mengenai takhrij hadits ini syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

جاء هذا الحديث من طريقين أو أكثر عند ابن حبان وغيره، وقد ضعفه بعض أهل العلم والأقرب أنه من باب الحسن لغيره، وبالله التوفيق.

“hadits ini mempunyai dua jalur atau lebih periwayatan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya, sebagian ulama mendhaifkannya dan yang lebih tepat adalah derajatnya hasan lighairihi.”[2]

 

Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

والحكمة في البدء ببسم الله الرحمن الرحيم التبرك بها لأنها كلمة مباركة فإذا ذكرت في أول الكتاب أو في أول الرسالة تكون بركة عليه. أما الكتب أو الرسائل التي لا تبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فإنها تكون ناقصة لا خير فيها، ومن ناحية أخرى بسم الله الرحمن الرحيم فيها الاستعانة بالله جل وعلا

“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan denganbismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala” [3]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.”[4]

 

Bahkan beberapa keadaan atau beberapa ibadah dikaitkan dengan bacaan basmalah:

-ketika makan, jika tidak membaca maka setan ikut makan bersama kita

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.”[5]

 

-ketika berhubungan badan, jika tidak dibaca, maka setan ikut bersama kita

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabishalallahu ‘alaihi wasallam, “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.”[6]

 

-ketika meyembelih, jika tidak dibaca maka sembelihan menjadi haram

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ

“Dan janganlah kalian makan hewan yang tidak disebut nama Allah atasnya.”(Al-An’am: 121)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ

“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).”[7]

 

-ketika tidur

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kebiasaan (sunnah) Nabishalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”[8]

 

-ketika keluar rumah

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!”[9]

 

-Ketika masuk WC/Toilet

Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.” [10]

 

Mataram, 16 Muharram 1434 H

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

0000000000000000000000000000000000000000000

Faedah Keterangan Hadits Tentang Basmalah Dan Hamdalah

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أَقْطَعُ

“Setiap perkara yang memiliki kepentingan, tidak diawali dengan “Bismillahirahmanirrahim” maka dia terputus.”

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany (pakar hadits kurun ini) berkata:

Hadits ini lemah sekali (dha’if jiddan).

Telah diriwayatkan oleh As-Subuky dalam “Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Kubra” (6/1) dari Abu Hurairah secara marfu’. Sanad yang disebutkan As-Subuky ini lemah sekali. Cacatnya ada pada rawi bernama Ibnu ‘Imran yang dikenal dengan Ibnu Al-Jundy. Al-Khathib mengatakan dalam “Tarikh”nya: “Dia dilemahkan dalam riwayatnya. Ibnul Jauzy menyebutkan rawi tersebut dalam penyebutan hadits-hadits palsu.

As-Subuky membawakan jalur riwayat yang lain melalui Kharijah bin Mush’ab. Tapi dengan lafazh “bihamdillah” bukan “bismillahirrahmanirrahim”. Khrijah ini dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar: matruk (ditinggalkan haditsnya), dia melakukan semacam penipuan periwayatan dari para pendusta.” Dan disebutkan bahwa Ibnu Ma’in mendustakan Kharijah.

Jalur yang lain dari Muhammad bin Katsir Al-Mishishy. Dan rawi ini lemah, karena dia banyak keliru, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh (Ibnu Hajar).

Dari keterangan yang ada bahwa hadits ini dengan konteks tersebut adalah lemah sekali. Jangan tertipu dengan orang yang menghasankannya. Karena dalam jalur periwayatan ini ada kelemahan yang sangat, sebagaimana bisa kita lihat.

(Dinukil secara ringkas dari Irwa’ Al-Ghalil: (1/29-30)

Hadits:

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بالحمد لله فهو أقطع. وفي رواية: بحمد الله، وفي رواية: بالحمد، وفي رواية: فهو أجذم

“Setiap perkara yang memiliki kepentingan, tidak diawali dengan “Alhamdulillah” maka dia terputus. Dalam riwayat: “dengan hamdalah”, dalam riwayat: “dengan Alhamdu”, dalam riwayat: “maka dia terpotong”.”

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany (pakar hadits kurun ini) berkata:

Hadits ini lemah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah secara marfu’, Ibnu Hibban, Ad-Daruquthny, dan Abu Dawud.

Abu Dawud mengisyaratkan bahwa hadits ini mursal (dari Az-Zuhry langung dari Nabi, tidak menyebutkan dari Abu Hurairah, dan Zuhry tidak mendengar ataupun ketemu Nabi). Demikian juga dikatakan oleh Ad-Daruquthny. Rawi yang bernama Qurrah yang meriwayatkan secara marfu’ maka dia lebih lemah dari pada rawi yang meriwayatkan secara mursal. Qurrah ini adalah Qurrah bin Abdurrahman Al-Mighfary Al-Mishry. Ibnu Ma’in berkata tentangnya: “Lemah dalam hal hadits”. Abu Zur’ah mengatakan: “Hadits-hadits yang dia riwayatkan itu mungkar”.

(Kemudian Asy-Syaikh Al-Albany berbicara panjang lebar tentang kelemahan rawi ini).

Diriwayatkan melalui jalur yang lain, yang mana lemah juga. Padanya ada perawi bernama Shadaqah, dan dia lemah, sebagaimana kata Al-Hafizh.

Jadi secara keseluruhan: Hadits ini lemah, karena adanya kegoncangan riwayat dari Az-Zuhry.

(Dinukil secara ringkas dari Irwa’ Al-Ghalil: (1/30-32)

Posted in akhlak dan adab, Uncategorized | Leave a comment

Marina Mahathir jahil hakikat Syariat Allah SWT

Marina Mahathir jahil hakikat Syariat Allah SWT

marina church

Gambaran yang diberikan oleh Marina Mahathir bahawa Hudud akan membawa kesan buruk kepada Negara serta akan memecah belahkan masyarakat adalah suatu kenyataan orang yang jahil. Jahil akan kefahaman agama Islam itu sendiri bahkan jahil terhadap hakikat hubungan antara bumi dengan Pencipta Alam Semesta ini .

Saya tidak bercadang mengupas perkara ini daripada perspektif hudud, kerana bagi saya kenyataan seperti itu jelas menunjukkan dia gagal memahami perkara yang lebih mendasar lagi dalam agama Islam. Iaitu berkaitan aqidah serta keimanan terhadap Allah SWT.

Hudud adalah sebahagian daripada hukum hakam syariat Allah SWT yang diwajibkan ke atas pemerintah sesebuah Negara Islam melaksanakannya. Kewajipan melaksanakannya bukanlah sekadar kerana ianya adalah perintah Allah SWT sahaja, yang lebih utama ianya adalah demi kemaslahatan masyarakat yang hidup dalam sesebuah negara.

Mustahil bagi Allah SWT yang menciptakan manusia dan seluruh alam ini akan memerintah sesuatu perkara yang akan memberi keburukan kepada diri manusia itu sendiri.

Perkara ini perlu kita imani dengan sebenar-benarnya sebagai seorang  muslim.Kita perlu beriman bahawa Allah SWT tidak akan mewajibkan kita akan sesuatu perkara melainkan perkara tersebut mempunyai suatu kemasalahatan yang pasti terhadap kita samada masalahat di dunia atau diakhirat kelak. Sifir ini perlu kita imani sejak awal lagi: semakin kita banyak laksanakan perintah Allah SWT sudah pasti semakin banyak kebaikan yang kita akan dapat.

Hubungan akan kedua perkara ini iaitu antara keimanan terhadap Allah SWT juga kemakmuran serta kemaslahatan yang akan lahir pada perspektif sebuah negara adalah suatu perkara yang jelas diterangkan di dalam Al-Quran.

Dan kalau mereka bersungguh-sungguh menegakkan (menjalankan perintah-perintah Allah dalam) Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka (Al-Quran), nescaya mereka akan makan rezeki (yang mewah) dari atas mereka (langit) dan dari bawah kaki mereka (bumi). (Surah Al-Maidah : 66)

Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya adalah Dia Maha Pengampun. (10) (Sekiranya kamu berbuat demikian), Dia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu; (11) Dan Dia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya). (12) (Surah Nuh: 10-12) 

Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta bertakwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan. (Surah Al-A’raf: 96)

Azab dan kemudaratan itu hanya akan lahir apabila kita mula mengabaikan segala perintah serta syariat Allah SWT.

Syed Qutb rahimahullah menerangkan perkara ini di dalam Kitab Fi Zilal Al-Quran berkenaan sifir ini:

Kaedah yang disebut dibanyak tempat di dalam Al-Quran ini adalah suatu kaedah yang pasti, suatu ketetapan dan perkara inilah yang kita saksikan sepanjang tempoh kehidupan manusia. Ianya dibicarakan pada perspektif umat bukan secara peribadi.Tidak ada suatu umat yang bertakwa kepada Allah, rajin beribadah kepada-Nya, menegakkan syariatNya dan menerapkan keadilan dan keamanan bagi semua manusia melainkan akan melimpah pada mereka kebaikan yang tersangat banyak. Allah akan memantapkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan menjadikan mereka khalifah untuk memberi kemakmuran kepada alam seluruhnya. (Fi Zilal Quran, Tafsir Surah Nuh)

Ini adalah suatu janji Allah SWT! Menegakkan syariat akan melahirkan keamanan lalu jika kita menolaknya akan mengundang bala. Samada kita hendak beriman terhadap sifir ini atau tidak akhirnya terserah kepada kita. Namun ketetapan Allah SWT  (sunatullah) pasti akan terus berjalan dan berlaku terhadap seluruh alam semesta ini.

Bagi saya tiada masalah untuk kita berbicara perkara berkaitan hudud pada sudut teknikal untuk mengaplikasannya terhadap sistem perundangan di negara ini. Samada mengenai halangan yang wujud serta bagaimana proses menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi semasa.

Namun perbincangan itu tidak sepatutnya mengurangkan sedikit pun keimanan serta keyakinan kita terhadap syariat Allah SWT ini sudah pasti akan memberi kemaslahatan serta menjadi kunci kepada pintu-pintu rezeki yang melimpah-limpah keberkatannya. Maslahat itu meliputi apa yang kita ketahui serta apa yang adakalanya tidak kita ketahui, menjangkaui dunia juga alam akhirat.

Inilah dasar keimanan kita! Menyatakan bahawa syariat Allah SWT ini akan memberi keburukan kepada kita sebenarnya seolah-olah kita menyatakan bahawa Allah SWT gagal serta tidak mampu memahami akan perkara yang boleh memberi kebaikan kepada manusia itu sendiri.

Maha Suci Allah daripada sebarang kelemahan. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

-ismaweb-

firdaus
 
 
Ust Muhammad Firdaus bin Zalani
Pegawai Majlis Ulama ISMA (MUIS)
Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Program ‘Johor for Jesus’ berunsur provokasi, cabar perlembagaan

Program ‘Johor for Jesus’ berunsur provokasi, cabar perlembagaan

Hj Mohd Tahir YDP ISMAj
Oleh Azri El

BANGI, Selasa – Penganjuran program “MforJ 2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference & Festival Of God’s Power” dengan salah satu slogannya “Johor for Jesus” adalah bertentangan dengan perlembagaan negara.

Yang Dipertua ISMA Cawangan Johor, Mohd Tahir Hamdan, berkata Perkara 3 (1) Perlembagaan Malaysia secara jelas menyatakan bahawa Islam adalah agama persekutuan.

Selain itu, Perkara 11 (4), di bawah Undang-undang Negeri dan Wilayah pula menyatakan larangan pengembangan dan penyebaran agama lain terhadap orang Islam.

“Kita perlu memandang serius program ini. Melihat kepada video promosi iklan tersebut, sangat jelas ia mengandungi unsur-unsur provokatif.

“Ini pada kita yang boleh membahayakan keselamatan negara,” katanya kepada Ismaweb hari ini.

Beliau turut memaklumkan bahawa pihaknya ada menghubungi pihak berkuasa agama negeri, dan meminta perkara ini diambil perhatian serius.

Ismaweb semalam mendedahkan pergerakan Movement for Jesus (MforJ) akan menganjurkan persidangan Kristian atas nama “MforJ 2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference” di Berjaya Waterfront Hotel, Johor Bahru, pada 3 hingga 5 Jun ini.

Turut didedahkan tiga klip video trailer “MforJ2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference” untuk program itu, yang dimuat naik di laman perkongsian Youtube.

Video yang berdurasi 1 minit 20 saat itu memaparkan ucapan barisan paderi Kristian yang berbaur provokasi dan penghinaan kepada agama Islam sebagai agama rasmi negeri Johor, seperti; ” I’m waking up the giant of asia Malaysian Church “, ” Give me Johor Bahru or I Die ” dan ” Allow me to chase away the enemy in the city “.

Selain itu, klip video itu juga memaparkan kenyataan; “Johor for Jesus”, “Take possession of the land (Johor Bahru)” dan “Johor never be the same”.

Bagaimanapun, tidak sampai 24 jam selepas berita itu disiarkan, kesemua video tersebut telah dipadam oleh pemilik akaunnya.

Entri berita yang mempromosikan persidangan itu di laman web http://www.christianitymalaysia.com juga didapati telah dipadam.

ismaweb.net

Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Sizwazah dinafi kerja kerana beragama Islam dapat tawaran baharu

Job-applicant_380211
MUMBAI, Isnin – Selepas ditolak permohonan kerja kerana beragama Islam bulan lalu, Zeeshan Khan, 23, kini diterima bekerja di sebuah syarikat infrastruktur terbesar di India, Gautam Adani Group yang berpangkalan di Ahmedabad.

“Kami mengutamakan bakat tanpa mengira kasta, kepercayaan dan agama. Kami mendapati Zeeshan calon yang berwibawa dengan sesuai dengan kerja yang telah ditawarkan, “kata seorang jurucakap syarikat tersebut.

Ismaweb sebelum ini melaporkan, Zeeshan, yang memiliki Ijazah Sarjana Pentadbiran Perniagaan (MBA), dinafikan hak untuk bekerja di sebuah syarikat pengeksport barang kemas, hanya kerana beliau beragama Islam.

Syarikat itu, Hari Krishna Exports Pvt Ltd hanya dalam jawapannya kepada Zeeshan memberitahu pihak mereka hanya menerima pekerja bukan Islam.

Syarikat itu bagaimanapun mendapat kecaman ramai sebagai melakukan “diskriminasi agama”, selepas Zeeshan memuat naik emel jawapan itu ke laman akaun facebook beliau, sehingga memaksa syarikat tersebut membuat penafian.

Kes tersebut juga turut diadu kepada pihak polis dan Suruhanjaya Kebangsaan India untuk kaum Minoriti (NCM), oleh seorang peguam, Shehzad Poonawalla.

Menurut Zeeshan, selepas insiden itu, beliau menerima puluhan tawaran kerja sejak minggu lalu.

“Saya menerima kira-kira sedozen tawaran berikut diskriminasi agama yang saya terpaksa hadapi. Peti surat saya dibanjiri dengan mesej memberi semangat kepada saya, “katanya.

“Antara semua tawaran saya, ini adalah yang terbaik,” katanya merujuk kepada tawaran daripada syarikat Gautam Adani Group.

Seramai 180 juta daripada 1.1 bilion orang India terdiri daripada orang Islam, penduduk ketiga terbesar di dunia Islam selepas orang-orang Indonesia dan Pakistan.

Artikel berkaitan: Kerana beragama Islam siswazah dinafikan kerja

ismaweb

Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment