Membiasakan Memulai Dengan “Bismillah”

Hendaknya kita membiasakan diri memulai aktifitas kita dengan bacaan basmalah, misalnya mulai memperbaiki laptop, menulis surat, menyusui anak dan lain-lain. Kita juga membiasakan membaca doa-doa keseharian yang ada tuntunannya dalam syariat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بـ ” بسم الله ” فهو أبتر ” ، أي: ناقص البركة.

“Setiap perkara (kehidupan)  yang tidak dimulai dengan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya”[1]

Mengenai takhrij hadits ini syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

جاء هذا الحديث من طريقين أو أكثر عند ابن حبان وغيره، وقد ضعفه بعض أهل العلم والأقرب أنه من باب الحسن لغيره، وبالله التوفيق.

“hadits ini mempunyai dua jalur atau lebih periwayatan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya, sebagian ulama mendhaifkannya dan yang lebih tepat adalah derajatnya hasan lighairihi.”[2]

 

Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

والحكمة في البدء ببسم الله الرحمن الرحيم التبرك بها لأنها كلمة مباركة فإذا ذكرت في أول الكتاب أو في أول الرسالة تكون بركة عليه. أما الكتب أو الرسائل التي لا تبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فإنها تكون ناقصة لا خير فيها، ومن ناحية أخرى بسم الله الرحمن الرحيم فيها الاستعانة بالله جل وعلا

“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan denganbismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala” [3]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.”[4]

 

Bahkan beberapa keadaan atau beberapa ibadah dikaitkan dengan bacaan basmalah:

-ketika makan, jika tidak membaca maka setan ikut makan bersama kita

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.”[5]

 

-ketika berhubungan badan, jika tidak dibaca, maka setan ikut bersama kita

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabishalallahu ‘alaihi wasallam, “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.”[6]

 

-ketika meyembelih, jika tidak dibaca maka sembelihan menjadi haram

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ

“Dan janganlah kalian makan hewan yang tidak disebut nama Allah atasnya.”(Al-An’am: 121)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ

“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).”[7]

 

-ketika tidur

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kebiasaan (sunnah) Nabishalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”[8]

 

-ketika keluar rumah

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!”[9]

 

-Ketika masuk WC/Toilet

Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.” [10]

 

Mataram, 16 Muharram 1434 H

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

0000000000000000000000000000000000000000000

Faedah Keterangan Hadits Tentang Basmalah Dan Hamdalah

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أَقْطَعُ

“Setiap perkara yang memiliki kepentingan, tidak diawali dengan “Bismillahirahmanirrahim” maka dia terputus.”

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany (pakar hadits kurun ini) berkata:

Hadits ini lemah sekali (dha’if jiddan).

Telah diriwayatkan oleh As-Subuky dalam “Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Kubra” (6/1) dari Abu Hurairah secara marfu’. Sanad yang disebutkan As-Subuky ini lemah sekali. Cacatnya ada pada rawi bernama Ibnu ‘Imran yang dikenal dengan Ibnu Al-Jundy. Al-Khathib mengatakan dalam “Tarikh”nya: “Dia dilemahkan dalam riwayatnya. Ibnul Jauzy menyebutkan rawi tersebut dalam penyebutan hadits-hadits palsu.

As-Subuky membawakan jalur riwayat yang lain melalui Kharijah bin Mush’ab. Tapi dengan lafazh “bihamdillah” bukan “bismillahirrahmanirrahim”. Khrijah ini dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar: matruk (ditinggalkan haditsnya), dia melakukan semacam penipuan periwayatan dari para pendusta.” Dan disebutkan bahwa Ibnu Ma’in mendustakan Kharijah.

Jalur yang lain dari Muhammad bin Katsir Al-Mishishy. Dan rawi ini lemah, karena dia banyak keliru, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh (Ibnu Hajar).

Dari keterangan yang ada bahwa hadits ini dengan konteks tersebut adalah lemah sekali. Jangan tertipu dengan orang yang menghasankannya. Karena dalam jalur periwayatan ini ada kelemahan yang sangat, sebagaimana bisa kita lihat.

(Dinukil secara ringkas dari Irwa’ Al-Ghalil: (1/29-30)

Hadits:

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بالحمد لله فهو أقطع. وفي رواية: بحمد الله، وفي رواية: بالحمد، وفي رواية: فهو أجذم

“Setiap perkara yang memiliki kepentingan, tidak diawali dengan “Alhamdulillah” maka dia terputus. Dalam riwayat: “dengan hamdalah”, dalam riwayat: “dengan Alhamdu”, dalam riwayat: “maka dia terpotong”.”

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany (pakar hadits kurun ini) berkata:

Hadits ini lemah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah secara marfu’, Ibnu Hibban, Ad-Daruquthny, dan Abu Dawud.

Abu Dawud mengisyaratkan bahwa hadits ini mursal (dari Az-Zuhry langung dari Nabi, tidak menyebutkan dari Abu Hurairah, dan Zuhry tidak mendengar ataupun ketemu Nabi). Demikian juga dikatakan oleh Ad-Daruquthny. Rawi yang bernama Qurrah yang meriwayatkan secara marfu’ maka dia lebih lemah dari pada rawi yang meriwayatkan secara mursal. Qurrah ini adalah Qurrah bin Abdurrahman Al-Mighfary Al-Mishry. Ibnu Ma’in berkata tentangnya: “Lemah dalam hal hadits”. Abu Zur’ah mengatakan: “Hadits-hadits yang dia riwayatkan itu mungkar”.

(Kemudian Asy-Syaikh Al-Albany berbicara panjang lebar tentang kelemahan rawi ini).

Diriwayatkan melalui jalur yang lain, yang mana lemah juga. Padanya ada perawi bernama Shadaqah, dan dia lemah, sebagaimana kata Al-Hafizh.

Jadi secara keseluruhan: Hadits ini lemah, karena adanya kegoncangan riwayat dari Az-Zuhry.

(Dinukil secara ringkas dari Irwa’ Al-Ghalil: (1/30-32)

Posted in akhlak dan adab, Uncategorized | Leave a comment

Marina Mahathir jahil hakikat Syariat Allah SWT

Marina Mahathir jahil hakikat Syariat Allah SWT

marina church

Gambaran yang diberikan oleh Marina Mahathir bahawa Hudud akan membawa kesan buruk kepada Negara serta akan memecah belahkan masyarakat adalah suatu kenyataan orang yang jahil. Jahil akan kefahaman agama Islam itu sendiri bahkan jahil terhadap hakikat hubungan antara bumi dengan Pencipta Alam Semesta ini .

Saya tidak bercadang mengupas perkara ini daripada perspektif hudud, kerana bagi saya kenyataan seperti itu jelas menunjukkan dia gagal memahami perkara yang lebih mendasar lagi dalam agama Islam. Iaitu berkaitan aqidah serta keimanan terhadap Allah SWT.

Hudud adalah sebahagian daripada hukum hakam syariat Allah SWT yang diwajibkan ke atas pemerintah sesebuah Negara Islam melaksanakannya. Kewajipan melaksanakannya bukanlah sekadar kerana ianya adalah perintah Allah SWT sahaja, yang lebih utama ianya adalah demi kemaslahatan masyarakat yang hidup dalam sesebuah negara.

Mustahil bagi Allah SWT yang menciptakan manusia dan seluruh alam ini akan memerintah sesuatu perkara yang akan memberi keburukan kepada diri manusia itu sendiri.

Perkara ini perlu kita imani dengan sebenar-benarnya sebagai seorang  muslim.Kita perlu beriman bahawa Allah SWT tidak akan mewajibkan kita akan sesuatu perkara melainkan perkara tersebut mempunyai suatu kemasalahatan yang pasti terhadap kita samada masalahat di dunia atau diakhirat kelak. Sifir ini perlu kita imani sejak awal lagi: semakin kita banyak laksanakan perintah Allah SWT sudah pasti semakin banyak kebaikan yang kita akan dapat.

Hubungan akan kedua perkara ini iaitu antara keimanan terhadap Allah SWT juga kemakmuran serta kemaslahatan yang akan lahir pada perspektif sebuah negara adalah suatu perkara yang jelas diterangkan di dalam Al-Quran.

Dan kalau mereka bersungguh-sungguh menegakkan (menjalankan perintah-perintah Allah dalam) Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka (Al-Quran), nescaya mereka akan makan rezeki (yang mewah) dari atas mereka (langit) dan dari bawah kaki mereka (bumi). (Surah Al-Maidah : 66)

Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya adalah Dia Maha Pengampun. (10) (Sekiranya kamu berbuat demikian), Dia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu; (11) Dan Dia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya). (12) (Surah Nuh: 10-12) 

Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta bertakwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan. (Surah Al-A’raf: 96)

Azab dan kemudaratan itu hanya akan lahir apabila kita mula mengabaikan segala perintah serta syariat Allah SWT.

Syed Qutb rahimahullah menerangkan perkara ini di dalam Kitab Fi Zilal Al-Quran berkenaan sifir ini:

Kaedah yang disebut dibanyak tempat di dalam Al-Quran ini adalah suatu kaedah yang pasti, suatu ketetapan dan perkara inilah yang kita saksikan sepanjang tempoh kehidupan manusia. Ianya dibicarakan pada perspektif umat bukan secara peribadi.Tidak ada suatu umat yang bertakwa kepada Allah, rajin beribadah kepada-Nya, menegakkan syariatNya dan menerapkan keadilan dan keamanan bagi semua manusia melainkan akan melimpah pada mereka kebaikan yang tersangat banyak. Allah akan memantapkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan menjadikan mereka khalifah untuk memberi kemakmuran kepada alam seluruhnya. (Fi Zilal Quran, Tafsir Surah Nuh)

Ini adalah suatu janji Allah SWT! Menegakkan syariat akan melahirkan keamanan lalu jika kita menolaknya akan mengundang bala. Samada kita hendak beriman terhadap sifir ini atau tidak akhirnya terserah kepada kita. Namun ketetapan Allah SWT  (sunatullah) pasti akan terus berjalan dan berlaku terhadap seluruh alam semesta ini.

Bagi saya tiada masalah untuk kita berbicara perkara berkaitan hudud pada sudut teknikal untuk mengaplikasannya terhadap sistem perundangan di negara ini. Samada mengenai halangan yang wujud serta bagaimana proses menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi semasa.

Namun perbincangan itu tidak sepatutnya mengurangkan sedikit pun keimanan serta keyakinan kita terhadap syariat Allah SWT ini sudah pasti akan memberi kemaslahatan serta menjadi kunci kepada pintu-pintu rezeki yang melimpah-limpah keberkatannya. Maslahat itu meliputi apa yang kita ketahui serta apa yang adakalanya tidak kita ketahui, menjangkaui dunia juga alam akhirat.

Inilah dasar keimanan kita! Menyatakan bahawa syariat Allah SWT ini akan memberi keburukan kepada kita sebenarnya seolah-olah kita menyatakan bahawa Allah SWT gagal serta tidak mampu memahami akan perkara yang boleh memberi kebaikan kepada manusia itu sendiri.

Maha Suci Allah daripada sebarang kelemahan. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

-ismaweb-

firdaus
 
 
Ust Muhammad Firdaus bin Zalani
Pegawai Majlis Ulama ISMA (MUIS)
Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Program ‘Johor for Jesus’ berunsur provokasi, cabar perlembagaan

Program ‘Johor for Jesus’ berunsur provokasi, cabar perlembagaan

Hj Mohd Tahir YDP ISMAj
Oleh Azri El

BANGI, Selasa – Penganjuran program “MforJ 2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference & Festival Of God’s Power” dengan salah satu slogannya “Johor for Jesus” adalah bertentangan dengan perlembagaan negara.

Yang Dipertua ISMA Cawangan Johor, Mohd Tahir Hamdan, berkata Perkara 3 (1) Perlembagaan Malaysia secara jelas menyatakan bahawa Islam adalah agama persekutuan.

Selain itu, Perkara 11 (4), di bawah Undang-undang Negeri dan Wilayah pula menyatakan larangan pengembangan dan penyebaran agama lain terhadap orang Islam.

“Kita perlu memandang serius program ini. Melihat kepada video promosi iklan tersebut, sangat jelas ia mengandungi unsur-unsur provokatif.

“Ini pada kita yang boleh membahayakan keselamatan negara,” katanya kepada Ismaweb hari ini.

Beliau turut memaklumkan bahawa pihaknya ada menghubungi pihak berkuasa agama negeri, dan meminta perkara ini diambil perhatian serius.

Ismaweb semalam mendedahkan pergerakan Movement for Jesus (MforJ) akan menganjurkan persidangan Kristian atas nama “MforJ 2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference” di Berjaya Waterfront Hotel, Johor Bahru, pada 3 hingga 5 Jun ini.

Turut didedahkan tiga klip video trailer “MforJ2015 Take Possession of The Land Kingdom Conference” untuk program itu, yang dimuat naik di laman perkongsian Youtube.

Video yang berdurasi 1 minit 20 saat itu memaparkan ucapan barisan paderi Kristian yang berbaur provokasi dan penghinaan kepada agama Islam sebagai agama rasmi negeri Johor, seperti; ” I’m waking up the giant of asia Malaysian Church “, ” Give me Johor Bahru or I Die ” dan ” Allow me to chase away the enemy in the city “.

Selain itu, klip video itu juga memaparkan kenyataan; “Johor for Jesus”, “Take possession of the land (Johor Bahru)” dan “Johor never be the same”.

Bagaimanapun, tidak sampai 24 jam selepas berita itu disiarkan, kesemua video tersebut telah dipadam oleh pemilik akaunnya.

Entri berita yang mempromosikan persidangan itu di laman web http://www.christianitymalaysia.com juga didapati telah dipadam.

ismaweb.net

Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Sizwazah dinafi kerja kerana beragama Islam dapat tawaran baharu

Job-applicant_380211
MUMBAI, Isnin – Selepas ditolak permohonan kerja kerana beragama Islam bulan lalu, Zeeshan Khan, 23, kini diterima bekerja di sebuah syarikat infrastruktur terbesar di India, Gautam Adani Group yang berpangkalan di Ahmedabad.

“Kami mengutamakan bakat tanpa mengira kasta, kepercayaan dan agama. Kami mendapati Zeeshan calon yang berwibawa dengan sesuai dengan kerja yang telah ditawarkan, “kata seorang jurucakap syarikat tersebut.

Ismaweb sebelum ini melaporkan, Zeeshan, yang memiliki Ijazah Sarjana Pentadbiran Perniagaan (MBA), dinafikan hak untuk bekerja di sebuah syarikat pengeksport barang kemas, hanya kerana beliau beragama Islam.

Syarikat itu, Hari Krishna Exports Pvt Ltd hanya dalam jawapannya kepada Zeeshan memberitahu pihak mereka hanya menerima pekerja bukan Islam.

Syarikat itu bagaimanapun mendapat kecaman ramai sebagai melakukan “diskriminasi agama”, selepas Zeeshan memuat naik emel jawapan itu ke laman akaun facebook beliau, sehingga memaksa syarikat tersebut membuat penafian.

Kes tersebut juga turut diadu kepada pihak polis dan Suruhanjaya Kebangsaan India untuk kaum Minoriti (NCM), oleh seorang peguam, Shehzad Poonawalla.

Menurut Zeeshan, selepas insiden itu, beliau menerima puluhan tawaran kerja sejak minggu lalu.

“Saya menerima kira-kira sedozen tawaran berikut diskriminasi agama yang saya terpaksa hadapi. Peti surat saya dibanjiri dengan mesej memberi semangat kepada saya, “katanya.

“Antara semua tawaran saya, ini adalah yang terbaik,” katanya merujuk kepada tawaran daripada syarikat Gautam Adani Group.

Seramai 180 juta daripada 1.1 bilion orang India terdiri daripada orang Islam, penduduk ketiga terbesar di dunia Islam selepas orang-orang Indonesia dan Pakistan.

Artikel berkaitan: Kerana beragama Islam siswazah dinafikan kerja

ismaweb

Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Ultra kiasu seperti Hitler apabila serang PAS

RIDU-TEE
Oleh Razali bin Zakaria

BANGI, Isnin – Ultra kiasu dalam parti rasis DAP dan beberapa pemimpin PAS disifatkan seperti bekas pemimpin Nazi, Hitler, apabila melakukan serangan terancang dan sistematik terhadap kepemimpinan ulama, khususnya Presiden Datuk Seri Abdul Hadi Awang.

Puak-puak itu akan menggunakan apa saja cara supaya mangsa mereka akan kelihatan buruk pada pandangan pihak lain, tetapi pada masa sama akan berdiam diri jika timbul isu yang membabitkan kepentingan mereka seperti isu arak, judi, kelab hiburan, zina dan pelacuran.

Pendakwah bebas, Ustaz Ridhuan Tee Abdullah, berkata ultra kiasu kini menggunakan perang saraf (psywar) dan gerak saraf (psyop), taktik yang pernah digunakan oleh Hitler dan Tsun Tzu untuk menjatuhkan pemimpin atau kelompok tertentu.

“Capture their minds and their hearts and souls will follow. Inilah strategi ultra kiasu untuk mendapat kuasa,” katanya menulis dalam Sinar Harian, hari ini.

Tulisan beliau hari ini dipercayai merujuk kepada serangan bertali arus oleh puak-puak rasis DAP, terutama Lim Guan Eng serta ‘rakan karib’ mereka yang terdiri daripada beberapa kerat pemimpin PAS yang kini secara terbuka telah mengisytiharkan penentangan terhadap kepemimpinan Abdul Hadi.

Puak-puak ini dilihat berselang seli melakukan serangan dipercayai dalam usaha akhir mereka mempengaruhi perwakilan pada Muktamar Agung PAS hujung minggu ini supaya melakukan perubahan dengan memilih pemimpin yang boleh ‘dicucuk hidung’.

Dalam usaha menjatuhkan Abdul Hadi daripada menerajui PAS, DAP sebelum ini telah memutuskan hubungan dengan beliau, tetapi tidak dengan parti itu.

Parti rasis itu juga bekerjasama rapat dengan beberapa pemimpin PAS lain yang rapat dengan mereka seperti Timbalan Presiden PAS, Mohamad Sabu atau ‘Mat Sabu’, untuk mengubah kepemimpinan parti Islam itu.teks ismaweb tee 2

Ustaz Ridhuan berkata, ultra kiasu bukan saja menggunakan dua strategik itu untuk berperang dengan Putrajaya, sebaliknya digunakan juga terhadap PAS.

“Mereka akan gunakan apa jua cara, supaya kerajaan nampak buruk. Nak tunjuk ikhlas konon. Bila ada isu yang merugikan mereka cepat-cepat beri alasan.

“Misalnya, cadangan penempatan pelarian Rohingya di Pulau Pinang. Mendengar sahaja cadangan tersebut, dengan pantas mereka menolak, di pulau tidak sesuai tetapi di Tanah Besar.

“Isu-isu lain yang melibatkan kepentingan mereka akan disenyapkan seperti isu arak, judi, kelab hiburan, zina, pelacuran dan lain-lain.

“Kita lihat apa yang mereka lakukan terhadap PAS. Mereka menggunakan Islam yang diperjuangkan PAS untuk menentang dan menjatuhkan pemimpin PAS, Haji Hadi,” katanya.

Ustaz Ridhuan secara tidak langsung berpendapat pemimpin ultra kiasu khususnya DAP bimbang dengan kepemimpinan ulama dalam PAS yang meletakkan agenda Islam melebihi pakatan rakyat (PR).

Malah, beliau berkata, adalah tidak salah jika PAS mungkir janji terhadap PR atau DAP jika berlaku ancaman yang memudaratkan Islam.

Membidas ultra kiasu yang sering mungkir janji dengan merobek kontrak sosial dan Perlembagaan, Ustaz Ridhuan berkata:

“Apakah ultra kiasu tidak mungkir janji dengan merobek kontrak sosial dan perlembagaan? Mempertikaikan perkara sensitif, apabila kerakyatan telah diberikan?

“Ultra kiasu mempertikaikan, kenapa Haji Hadi tidak marah kepada orang lain yang turut menentang hudud? Kenapa sasarkan ultra kiasu sahaja? Jawapannya, sebab ultra kiasu musuh tegar Islam. Setelah diberi penerangan, masih tegar menentang Islam.”

Beliau berkata, PAS menggunakan pendekatan berhemah seperti yang dikehendaki Islam kerana mengambil kira syurga dan neraka dalam tindakan mereka.

“Berbanding ultra kiasu yang melanggar kesemuanya. Apa yang penting adalah matlamat menumbangkan Putrajaya. Inilah kelicikan,” katanya.

Posted in ancaman | Tagged | Leave a comment

Jangan Join Usrah!!!

“Nanti bila dah sampai dekat sana, hati-hati dengan golongan-golongan usrah ni. Saya mahu kamu semua jangan join usrah!”

Rasa-rasa sesiapa yang pernah atau sedang belajar di luar negara mesti ada di kalangan anda pernah mendengar kata-kata seperti di atas bukan?

Bagi mereka yang tidak pernah mengenal apa itu usrah, mungkin mereka akan akur akan amaran dan ‘nasihat’ yang diberikan. Namun bagi mereka yang telah pun lama di dalam sistem tarbiyyah, yang telah lama bergolek-golek di dalam bulatan riang masing-masing, saya pasti anda akan tertanya-tanya kenapa usrah atau apa saja yang diberikan kepadanya dipandang serong, dilihat sebagai satu perkara yang begitu negatif pengaruhnya terhadap para pelajar?

Sebenarnya saya sendiri pun tertanya-tanya juga. Apa salahnya usrah ni?

Sebelum saya menggali dengan lebih dalam mengenai isu usrah ini, saya ingin bertanya kepada anda semua di luar sana, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan usrah? Apa yang anda faham tentang usrah?

Menurut As-Syahid Imam Hassan Al-Banna di dalam bukunya yang bertajuk ‘Usrah dan Dakwah’,

Sesungguhnya Islam memandang sangat mustahak untuk membentuk ikatan-ikatan perpaduan

untuk penganut-penganutnya. Ikatan-ikatan ini dinamakan ‘Usrah’ atau ‘Keluarga’ 

Ya, usrah itu adalah sebuah ikatan keluarga yang terbina bukan di atas pertalian darah, keturunan, mahupun darjat, tapi terbentuk atas pegangan iman dan akidah kepada Allah swt. Dan kalau kita lihat sekarang, pelbagai macam panggilan yang diberikan kepada usrah ini, ada yang dinamakan bulatan, circle, liqa’, seating dan macam-macam lagi la.

Kalau kita lihat daripada penafsiran As-Syahid Imam Hassan al-Banna, tiada langsung unsur-unsur negatif atau anasir-anasir yang boleh membawa keburukan jika anda mengikuti atau bersama-bersama di dalam bulatan usrah in. Tapi kenapa masih banyak daripada kita yang terus memberikan persepsi negatif kepada usrah ini?

Ingin saya berkongsi sedikit pengalaman saya sebelum bersama-sama dengan ikhwah yang tercinta di dalam gerabak dakwah dan tarbiyyah. Perkataan usrah ini sebenarnya bukanlah satu perkataan yang asing buat diri saya, kerana sejak di sekolah menengah lagi, saya dan rakan-rakan yang lain telah pun didedahkan dengan suasana usrah. Cuma yang membezakan usrah di sekolah dengan usrah yang saya bersama sekarang adalah, di sekolah ia lebih tertumpu kepada satu liqa’ wajib yang perlu dihadiri oleh semua pelajar Islam untuk melengkapkan silibus Pendidikan Islam. Maknanya senang cerita, ia tidak lebih hanya untuk membantu para pelajar mengejar setiap butir ‘A’ di dalam slip peperiksaan supaya kelihatan cantik, tanpa menekankan kesedaran hati dan pemahaman sebenar terhadap Islam.

Namun setelah melangkah ke dunia siswa, berada di dalam kehidupan peringkat universiti, uslub pembawakan usrah itu menjadi sangat berbeza. Ia bukanlah lagi untuk membantu Islamic Studies, malahan ketika saya melanjutkan pelajaran di peringkat ijazah dulu pun, tidak wujud Islamic Studies di dalam silibus pelajaran, tambahan pula saya berada di negara orang yang majoriti adalah atheist, sudah pasti ia satu perkara yang mustahil.

Ketika di awal pembelajaran, saya melihat mereka yang layak untuk menyertai usrah hanyalah mereka yang berlatar belakangkan sekolah agama, atau pun daripada keluarga-keluarga ustaz ustazah.

Erk?!

Bagaimana pula dengan saya? Saya rasa cukup untuk sekadar saya membaca buku-buku agama (itupun kalau ada masa!) ataupun sekadar ilmu yang telah saya peroleh sehingga di sekolah menengah. Saya secara peribadi tak pernah merasa allergi atau pun rimas bila melihat golongan-golongan usrah ini, malahan saya cukup hormat kepada mereka, kerana saya tahu saya tidak layak untuk bersama mereka.

Itulah persepsi saya selama 2 tahun terhadap usrah, tapi sehinggalah pada satu hari, saya merasakan apa yang lalui selama dua tahun ini mempunyai kekurangan dan kebosanan, walaupun jika bosan saya bersama dengan rakan-rakan atau mengisi masa lapang dengan bersiar-siar ataupun membeli-belah tingkap (sila baca window shopping). Tapi kepuasan itu bukanlah satu perkara yang berkekalan, kerana mudah saya kembali merasa kosong dan bosan. Pada ketika itulah saya sedar, apa yang saya rasa ini sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah kekosongan dan kelopongan yang timbul daripada hati.

Lama juga untuk saya memikirkan untuk ‘join’ usrah. Mana taknya, kalau orang tengok diri saya ini, memang liberal habislah. Layak ke nak usrah-usrah bagaikan? Tapi saya sedar saya perlu ubah diri saya sendiri, sebab kalau bukan saya siapa lagi bukan? Tanpa segan silu saya terus memberitahu senior saya yang saya nak usrah, saya nak naqib! Dan ketika itulah bermula bibit-bibit cinta saya di dalam gerabak dakwah dan tarbiyyah ini menuju cinta Ilahi.

Cewah

Alhamdulillah, persepsi saya kepada usrah tidaklah senegatif mana tapi bagaimana dengan orang lain di luar sana? Ada yang terus lari bila diajak untuk usrah. Ada pula yang terus tutup pintu bila mengetahui ada abang/kakak senior yang mengetuk pintu rumah mereka. Pelbagai alasan akan cuba diberikan supaya tiada keperluan mereka untuk menghadiri usrah.

“Usrah? Hmm, sorrylah saya sibuk dengan nak study semua ni takde masa nak usrah-usrah, bukannya bantu kredit pun kan?”

“Boringlah duduk-duduk dalam bulatan berbual je. Baik aku gi main boling ke tengok wayang ke pergi gim ke bagus gak. Ada sikit aktiviti fizikal nya”

“Budak-budak usrah ni tak lain tak bukan mesti berpakat nak tentang kerajaan kan? Tak abis-abis ada je menda yang diorang tak puas hati!”

“Aku dengar diorang yang usrah ni ada yang ajar ajaran sesat dowh. Hush takutlah aku nak join-join usrah ni”

bla bla bla bla……….

Macam-macam lagi yang boleh kita dengar segala jenis bentuk dan rupa persepsi negatif terhadap usrah ni. Saya tidak mahu menyalahkan mereka akan persepsi yang mereka letakkan terhadap usrah. Nak tahu kenapa? Kerana apa yang berlaku terhadap mereka ini kerana mereka tidak diberikan pemahaman dan penerangan yang jelas tentang usrah itu. Mereka hanya mendengar mungkin daripada rakan-rakan mereka yang pernah menyertai usrah namun mempunyai pengalaman yang tidak berapa manis, atau hanya terus skrol dan skrol MukaBuku atau belog-belog yang menceritakan tentang pahit-pahit di dalam bulatan tanpa kita betul-betul siasat akan kesahihan cerita tersebut.

Memang benar ada sebahagian yang menyertai bulatan-bulatan ini tidaklah seriang mana yang digambarkan. Mana taknya kata je bulatan riang tapi perangai di luar bulatan macam sama je dengan yang bukan ahli bulatan atau mungkin lebih teruk. Ada pula sebahagian ahli-ahli bulatan ini yang terus melabel mereka yang ‘bukan ahli’ sebagai ‘satu makhluk asing yang cuba merosakkan bumi’ dek kerana dirinya yang belum baik. Ini semua membuatkan kebanyakan orang di luar sana terus dan terus berpandangan negatif dan berpendapat ‘Jangan Join Usrah’.

Namun kita perlu ingat ahli bulatan atau tidak, kita semua adalah manusia biasa yang ciptakan oleh Allah. Kita tidak akan terlepas daripada melakukan kesilapan. Siapa kata ahli bulatan riang ini telah bertukar menjadi malaikat? Siapa kata ahli bulatan riang maksum daripada dosa dan kesalahan?

Saya sendiri pun bukanlah seorang yang baik mana, tapi sejak saya bersama-sama berjalan, bergolek-golek dan berlari-lari mengejar rama-rama di taman tarbiyyah ini, saya sentiasa tajarrud diri untuk berubah menjadi lebih baik.

MENJADI LEBIH BAIK

Itulah matlamat usrah, bulatan dan circle bagai. Kita mahu semua orang untuk menjadi lebih baik, bukan bermakna kita lebih baik daripada orang lain, tapi kita mahu sama-sama mengecap redha Allah di akhirat kelak. Di dalam bulatan inilah kita sentiasa ingat-mengingati antara satu sama lain untuk sentiasa mengingati Allah dalam setiap nanometer kehidupan kita.

Walaubagaimana sekalipun, usrah atau bulatan riang ini hanyalah salah satu wasilah untuk kita memperoleh keredhaan Allah swt. Ijtihad para ulama’ memutuskan ia adalah salah satu method yang berkesan dalam mentarbiyyah setiap individu muslim tanpa mengira umur, warna kulit, jantina dan macam bagai lagi, dengan sentuhan rabbani, dan pada masa yang sama menyuntik api-api semangat di dalam jiwa-jiwa umat Islam sekarang yang terus membeku ibarat ais di Antartika untuk kembali membara menyampaikan risalah-risalah Islam di seluruh muka bumi Allah ini.

Wahai orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang (boleh) mendekatkan diri kepadaNya dan berjihadlah pada jalanNya supaya kamu mendapat kejayaan

 
Al-Ma’idah, 5:35

Sekiranya ada anda di luar sana yang masih ragu-ragu dan kurang yakin dengan bulatan gembira, tetapi anda menjumpai wasilah yang lebih mantap dan mampu mendekatkan diri anda kepada Allah, saya dengan berbesar hati menyokong anda untuk terus dengan perjuangan anda.

Tapi jika anda tidak selesa dengan bulatan-bulatan riang, saya mohon untuk anda tidak terus menyampaikan berita-berita yang tidak enak, mengetuk dari satu pintu ke pintu rumah ala-ala Mami Jarum membuat ketupat mengenai ahli-ahli bulatan dan bulatan riang itu sendiri. Janganlah anda menghabiskan masa menambah saham-saham deficit yang bakal merugikan anda di akhirat kelak. Saya doakan semoga Allah membuka dan mengetuk jendela-jendela hati anda untuk lebih mengenaliNya.

Bagi yang telah pun ‘Join the Club’ ataupun sudahpun menjadi abang-abang dan kakak-kakak besar di dalam bulatan-bulatan riang ini, teruskan komitmen anda dalam menjadi da’ie dan rijal-rijal yang bakal menjadi tulang belakang penggerak dakwah Islamiyyah. Saya doakan semoga anda terus thabat dan istiqamah di dalam kembara tarbawi ini.

Semoga Allah pertemukan kita di Jannatul Firdaus kelak

Aamin…..

Senyum dan tak kata apa-apa.

Jamed Musafirin @ Pengembara Tegar

Posted in usrah | Tagged | Leave a comment

Kenapa Tak Nak Pergi Usrah??

Assalamualaikum..
Mungkin sudah sampai masanya saya melontarkan isu yang evergreen bagi orang yg

mengikuti jalan tarbiah..

Usrah..
kenapa malas datang usrah??
kenapa banyak beralasan untuk datang usrah??
kenapa hati berbolak balik nk datang usrah??
kenapa berat hati nak datang usrah??
kenapa datang usrah berselang seli??

USRAH..tetap..USRAH

kadang-kadang best gile..
kadang-kadang membina semangat yg membuak-buak..
kadang-kadang mengasyikkan..
kadang-kadang penuh dengan gurau senda..
kadang-kadang menundukkan hati yg ego..
kadang-kadang mensyahdukan jiwa..
kadang-kadang menyembuhkan luka perasaan..

Tapi..
sebab apa sekarang ni tak nak datang usrah?
sebab..
usrah sekrang ni boring gile…
tajuk yg dibincangkan pun tak best..
naqibah tak best mcm dulu..
asyik tekan-tekan suruh hafal itu ini..
baca bahan itu ini..
bentang plak asyik org yg sama je kena..
selalu kena marah-marah ..
naqibah asyik nak kejar silibus je..
takde usrahmates yg ceria-caring-lovey dovey mcm dulu..
semua bincang hal sendiri-sendiri..
tak penah nak kongsi cerita..
takde gelak ketawa..semua serius mcm bila-bila je nak kena tembak..

lagi?
Tempat usrah jauh sangat..
susah nak pegi..
selalu buat sampai malam-malam..
penatlah..
keje banyak..
asignment berlambak..test bersusun..dateline dh dekat..
kalau pegi, asyik ckap pasal dakwah..
tarbiyah..
bosan!!

OK..
kalau nak cakap pasal usrah..
kena tahu kenapa kita nak usrah dulu?
kenapa kita dikenalkan dengan usrah dulu?
kenapa?kenapa?

sebab USRAH tu NADI TARBIYAH..
NADI DAKWAH..
apa jadi kalau nadi kita terhenti??
kita mati kan?

Cuba bayangkan kita-kita ni anak usrah as-syahid Hasan Al- Banna??
bayangkan..
ada kita nak buat alasan-alasan mcm di atas??

Mesti kita punya iman berapi-api nak buat dakwah..
hari-hari fikir nk dakwah dimana,
siapa yg kita nak ajak,
kat mana lagi kawasan yg belum ada tarbiah islam..
kawasan mana lagi yg tertinggal..
kawasan mana lagi yg tak cukup orang..
kita hantar jundi kita ke sana..

dakwah jalan mcm ribut puting beliung!
sapa yg lalu depan kita, kita nak dakwah..
sapa yg jalan dgn kita, kita bawak pegi dakwah..
dengar je ada org nak belajar islam,
pasti waktu tu tengah makan pun berhenti,..
cepat-cepat tya sapa org tu, kat mana dia tinggal..
jom, sekrang jugak kita jumpa dia..
pasti hari-hari kita tidur dgn sagt sedikit kerana seronoknya bekerja di jalan dakwah..
betul tak?

Tapi sayangnya..benda ni tak berlaku..

kita ni yang faham manhaj tarbiah yg Imam Hassan Al Banna bawak ni pun penuh keluh kesah..
Usrah Kering kontang..
takdak nyawa..takdak roh..
yang ada jasad-jasad keterpaksaan..
Usrah takde peningkatan..sama je dari dulu..
Usrah mengantuk..bincang tak masuk..
Futur dalam usrah..
sebab niat datang usrah dah lain..
Bukan kerana Allah..
mula-mula datang selang seli..
pastu tak datang terus..
seronok lagi hidup tanpa usrah..
boleh enjoy..
boleh buat banyak benda lain dari pegi usrah dua jam..
usrah buang masa, buang tenaga dan buang duit je..

Tapi apa yg buat orang dulu boleh stay dengan usrah?
kalau nak tau, bukan kita je yg rasa macam tu..
ramai lagi senior-senior kita yang rasa mcm tu..
malah lebih teruk lagi..
silibus usrah boleh hafal dari kulit ke kulit..
betapa lamanya berada di fasa yang sama..
tapi kenapa mereka boleh bertahan??

Kenapa ada kakak yg sanggup datang kepada kita jauh-jauh
drive berjam-jam..
semata nak jumpa kita yang macam lari tak lari dari usrah..
tu pun tak sampai 10 minit jumpa..
takde sepatah pun perkataan dakwah yg keluar!
kenapa dia still contact kita even 20 sms dr dia..
satu je yg kita balas..itupun kita balas “ok“..je

Satu je saya percaya dalam hati..
“Allah yg hantar kakak tu pada saya..”

Ini kisah saya..kisah orang biasa..
saya tau, di luar sana ada ramai lg yg lebih faqih dari saya
tapi kenapa saya masih boleh berada di jalan tarbiah..
masih boleh ikut usrah..
ada masa saya futur, ada masa sy okey..

saya pernah jugak terfikir tak nak terlibat dgn jalan ni..
tak nak pegi usrah..tak nak pegi pgram..
tau apa jadi dengan saya..??
saya jadi sangat lagho..
futur..
tak semangat nak buat kebaikan..
jiwa kosong..lost!
hari-hari bertarung dengan syaitan..
hati jadi sakit yg tak boleh nk cerita..
sebab walaupun ramai org sekeliling saya, tp tetap sy rasa sunyi..
sunyi sangat..
kadang-kadang cuba sibukkan diri dgn pgram ilmiah yg lain..
tapi tak sama..
TAK SAMA!memang takkan sama!

SAYA TETAP NAK USRAH!
kerana usrah tu sendiri!!
kerana usrah tu ada hatinya sendiri!!

~HATI YG MENGHIDUPKAN HATI YG MATI~

suka @ tak..best ke tak..bosan tahap gaban pun..
biar kena marah, biarlah usrahmates yg tak lovey dovey..
biarlah naqib/naqibah garang mcm singa hutan pun..
USRAH TETAP KENA PEGI!!
usrah tu ada jiwa yg mendidik.. walaupun dapat pegi 10 minit je.
tetap kena datang!
even hidup rasa lengkap dgn suami/isteri, anak-anak, kerjaya yg cantik, rumah yg besar..
usrah tetap kena cari..
sebab roh usrah tu penting untuk dibiaskan pada ahli keluarga! 

Percayalah,
KALAU KITA LARI DARI MEDAN TARBIAH..
KITA SEMAKIN MENDEKATI MEDAN JAHILIAH..

APA YG PERLU BUAT KALAU USRAH TAK BEST??

1. Cari sebab KENAPA kita suka usrah tu..

kena cari jugak at least SATU!

Macam saya, Saya pergi sebab ORANGNYA..
Orang dalam usrah yg sama-sama ditarbiah.. 
OK..dari dulu saya memang nak kakak,saya nak abang..
sebab saya sulung..
jealous kowt, masa balik sekolah, balik asrama, balik matrik, abg2x n kakak2x kawan2x ambik..
abang dia ni kasi hadiah ni, kakak dia belikan itu ini..
Tapi dalam medan tarbiah, saya kenal ramai kakak-kakak..
dapat kakak usrah yg menenggelamkan rasa nak abang..
sampai saya kuburkan terus perasaan nak sorang abang kandung tu..
disebabkan betapa kakak usrah tu caring, lembut, memahami, protect dan ambil hati saya..
sampai saya jd sayang gila kat kakak usrah tu sampai sekrang..
even sekrang usrah saya bukan dgn kakak tu lagi..

Saya kira memang REZEKI saya sebab saya jenis orang yg senang masuk dgn org lain..
tapi itu bukan ukuran..yg penting apa yg kita bagi pada usrah tu..
disebabkan saya ni bukan org yg serius, asyik main-main & gelak ketawa je..
samada usrah tu serius, saya yg buat usrah tu jadi sesuatu yg santai dan menyeronokkan..
atau usrah tu memang usrah yg santai dan gila-gila..
dan saya sebagai penambah perisa..
perbincangan yg hangat, cerita yg menyentuh kematangan tarbiah..
dan ahli usrah yg totally understanding tiap-tiap kekurangan kami..
dan kami boleh cerita rahsia secara personally atau terbuka..
Setakat kena marah tu, dah tak jadi hal..
asal dapat jumpa ahli usrah.

2.Memberi SESUATU untuk usrah

Pengalaman hampir lari dari tarbiah bagi pengajaran untuk saya menghargai..
betul orang kata
“kehilangan mengajar erti menghargai”

Saya cuba beri hati saya pada usrah..
kadang-kadang tak boleh bagi hati..
saya bagi komitmen dgn baca bahan usrah & bentang..
kadang-kadang tak sempat baca bahan..
saya datang demi ukhwah..
saya nak jumpa jugak ahli usrah saya..
Trust me, mesti ada salah sorang dr ahli usrah tu yg rapat dgn kita..
even bukan semua..carilah sorang..
bagi saya, ahli usrah saya adalah kekuatan saya..
kat usrah ni je, saya boleh ambik sedikit kekuatan dan semangat dr diorang..
even saya dtg hanya 10 minit..
saya rasa PUAS..
dari langsung tak datang..
nilai datang 10 minit dgn tak datang langsung memang sgt besar jurangnya..

3. BERSABAR/BERLAPANG DADA/BERFIKIRAN POSITIF

Orang kata,
kalau nak sesuatu, gunung depan mata kita boleh tolak..
kalau tak nak, Lamborghini depan mata pun tak nak naik..

Adik-Adikku,kakak-Kakakku yg disayangi
Sahabat-sahabatku yg kukasihi..
Jalan Tarbiah tu memang Allah sediakan dalam keadaan sukar..
susah! letih!
perlu pengorbanan yg bukan sedikit..
tapi Allah juga janjikan nikmat dunia untuk kita..
Nikmat UKHWAH,
ke mana pun kita pergi..
dugaan apa yg kita lalui..
PASTI akan ada insan lain yg menguatkan, mendokong dan menyokong kita..
dan ALLAH lah satu-satunya tempat pengharapan yang tinggi..

Di hening malam yang tiada makhluk yang bangun kecuali kita,
kita alunkan ayat-ayat dakwah..
Satu persatu air mata kita gugur dan hati kita yang keras berkarat menjadi selembut mata air.

Bersabarlah, hatta orang yg hebat di jalan dakwah pun struggle mempertahankan usrah mereka

dalam keadaan masa yg suntuk dan sempit..

duit yg mengalir bagai air utk kelangsungan dakwah dan keluarga..

penat jgn cakap, letih jgn kira..

tapi syurga yg dijanjikan itulah yg masih menguatkan langkah..

masih membuatkan mata yg terpejam keletihan masih boleh dibuka..

Berlapang dadalah dengan kekurangan naqib/naqibah dan ahli usrah..

mereka juga berusaha yg terbaik untuk kita..

hargailah mereka dgn menghadirkan diri kita ke usrah..

  1. UNTUK SAHABAT

 Untuk sahabat diluar sana..

mungkin ada yg pernah ikut usrah, tp dah lama tinggalkan..

mungkin ada yg baru tergerak nak pegi usrah..

mungkin jugak yg mengalami situasi ini..

CARILAH KEMBALI USRAHMU!

YA!carilah balik usrah kita yg dulu..

hidupkanlah balik hati-hati kita..

Biar hati kita merah kembali dengan darah tarbiah..

biar hati kita segar kembali dengan ukhwah..

Biar hati kita terikat kembali dengan akar akidah..

Biar roh-roh kita ini bersatu di Jannah!

****************************************************************************

Pernah ke anda terfikir,

Kalau kita meninggalkan jalan dakwah ini..

kemana kita nak pergi?

dimana penghujung hidup kita?
#dipetik dari seorang akhawat fillah :http://fastabiqkhairat.blogspot.com/

Posted in usrah | Tagged | Leave a comment